wilayah zero… bukan wilayah yang mudah untuk dijangkau, tapi juga tidak mungkin untuk tidak di jangkau. wilayah ini dapat di jangkau melalui teknik berpikir yang benar, bagaimana teknik tersebut, jika kita sudah mampu mengarahkan pikiran kita kepada “sesuatu yang tidak bisa dipikir” maka kita sudah memasuki wilayah zero. misalnya kita mengarahkan diri kita kepada Allah yang maha luas…. berarti kita memasukinya dengan “maha” yang tidak bisa dibatasi oleh keluasan berpikir kita, jadi melampoi jauh bahkan tak terbatas dari pikiran kita yang pada akhirnya kita tidak bisa berpikir lagi karena luasnya melampaoi berpikir kita.
nah di wilayah inilah kita memuji Allah … sehinga kita benar benar memuji Allah. yaa rahman maka kita memuji Allah yang maha penyayang…. tentunya sayang Nya Allah tidak seperti apa yang kita pikirkan, jika masih kita pikirkan berarti kita membatasi kasih sayanNya ALlah, padahal disitu ada kata “Maha” yang bermakna “tidak bisa dibatasi pikiran”.
memuji Allah di wilayah ini akan membawa suasana yang kuat dalam kejiwaan kita. keyakinan yang terbentuk akan sayangNya Allah (dalam contoh tadi) akan membentuk kepribadian yang sangat kuat tertanam, karena alam pikirain yang terbentuk adalah UNLIMITED… sehingga kekuatannya yang dihasilkannya pun UNLIMITED..