Mendidik anak agar nantinya jadi orang kaya

sebagai orang tua, siapa yang tak ingin anak-anaknya kelak menjadi orang yang kaya. Saya berani yakin 99% semua orang tua menginginkan anaknya kaya. berarti sekarang yang jadi masalah adalah bagaimana mendidik anak kita untuk siap menjadi orang kaya. Seorang kyai ingin anaknya menjadi kyai maka kyai tersebut mendidik anaknya untuk bisa menjadi kyai sejak dini. maka sama caranya jika kita ingin anak kita menjadi orang kaya maka kita siapkan mental anak kita agar menjadi orang kaya. Kaya atau miskin adalah simbol,  yaitu simbol dari mental. Maka untuk menjadikan anak kita kaya tidak perlu kita harus kaya dulu lalu meninggalkan warisan pada anak kita, tapi yang penting adalah bagaimana mendidik anak kita bisa menjadi magnit penarik rejeki.

baik saya akan memberikan satu tips yang mujarab agar anak kita menjadi kaya kelak jika dia sudah mandiri. cara nya sangat sederhana dan pasti anda sudah mengetahuinya, cuma tidak sadar saja bahwa hal tersebut dapat mempengaruhi alam bawah sadar anak kita dan membentuk jiwa orang kaya. tips tersebut adalah memberi uang kepada orang lain. jadi ketika kita memberikan uang kepada orang lain maka usahakan agar anak kita melihat dan menyaksikannya. kita tidak perlu mengatakan “nak kita harus baik dengan orang….” tidak perlu, bahkan kalau bisa jangan mengatakan hal tersebut setalah kita memberikan uang kepada orang lain. Cukup diam saja biarkan anak menyaksikan. tentunya memberikan kepada orang lain ini tidak satu dua kali saja tapi istiqomah berkelanjutan dan terus menerus.

kita bisa memberikan uang tersebut kepada istri kita, kepada orang tua kita, kepada tetangga kita, kepada pengemis, kepada pengamen, kepada orang yang membutuhkan. Bahkan ketika anda menggaji karyawan anda, atau menggaji pembantu rumah bisa menjadi sarana yang baik untuk menanamkan bawah sadar anak bahwa “kita ini golongan orang kaya” jika alam bawah sadar anak kita tertanam “kita orang kaya” maka sikapnya, caranya hidup dan caranya berperilaku akan menjadi orang kaya, wujud perilaku yang nampak misalnya : dia akan bersungguh sungguh dalam belajar karena dengan belajar ini dia akan pandai dan akan mudah cari uang. Anak kita akan bergaul kepada kawan kawan yang memang bermanfaat, dia tidak mau bergaul dengan gang, atau orang yang nongkrong tak jelas hidupnya. Dan dia memiliki visi dan misi hidup yang jelas, cita cita yang jelas. inilah beberapa contoh sikap anak calon orang kaya

jadi untuk menjadikan anak kita kaya dan bahagia jangan terlalu ditanamkan bahwa uang didapat dari kerja, orang harus kerja keras agar dapat uang banyak. Mindset ini nantinya akan menjadikan anak kita menjadi pekerja keras yang gajinya belum tentu banyak. dan kemungkinkan berhasil akan sedikit sebab anak kita akan mudah stress. mensikapi hidup dunia yang cuma permainan ini dengan kerja keras akan membuat hidupnya susah meski dia sudah kecukupan hidupnya.

baiklah, kesimpulannya adalah : ajak anak kita untuk bersedekah, maka mindset dalam dirinya nanti adalah “AKU ADALAH ORANG KAYA”,

terus tanamkan bawah sadarnya sehingga AKU ADALAH ORANG KAYA tertanam betul dan ibarat software komputer dia akan selalu running dalam hidupnya. DAN INGAT ISLAM MENGAJARKAN KITA UNTUK KAYA BUKAN UNTUK MENJADI ORANG MISKIN PEMINTA MINTA. malu rasanya punya anak miskin.

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

2 thoughts on “Mendidik anak agar nantinya jadi orang kaya

  1. Iya tuuh,bener… mau jadi apa anak kita, syareatnya adalah menanamkan mindset pd anak kita. Ok,sy punya pengalaman gini,sekitar awal tahun 2000an, pernah menyaksikan seorang ibu yg menyuruh anaknya utk minta uang kepada teman ibunya yg baru si anak kenal. Pdhal si ibu itu berlatar belakang status sosial (dari segi tingkat pendidikan dan pendapatan). Sy heran dan miris melihatnya pd saat itu. Bbrpa waktu belakangan ini ktemu dg sy, dan sy melihat si anak kecil itu tumbuh mnjadi anak belasan tahun, dg raut muka yg masam. Aku tanya ke ibunya kenapa. Ibunya jawab kami baru selesai berbelanja (shopping) dan….itulah dia,lanjut ibunya,…selaluuu merasa tak berkecukupan setiap aku belikan sesuatu.
    Subhanallah,dampaknya…., baru belasan tahun itu teh (maaf pake logat sunda, Red. 🙂 ) . Merasa jiwa kurang dan kurang terus, kapan syukur, malah kapan kayaaanya atuh itu teh? (Semoga Allah ampuni dan rahmati kita semua. Khususnya saya , hanya bermaksud share. Sy sdh berusaha menyampaikan hal yg sekiranya baik utk masa depan khususnya jiwa anaknya kpda temanku itu dg pendekatan yg insya allah bijak tanpa menggurui. Alhamdulillah….capeee katanya merubah karakter yg sdh terbentuk). Tks pak setiyo.

  2. Ulasan pak ustadz sangat benar adanya…tanpa berusah utk memuji2 ibu sy yg sdh tiada…tapi memang ini adalah memory yg sangat kuat melekat di alam bawah sadar saya…mulai sy kecil hingga dewasa hal yg paling sy ingat adalah kegemaran ibu sy yg suka membagi2 makanan,hasil panen buah ke tetangga2 kami,dan sy jg sering skali melihat ibu sy suka skali ngasih “sangu” bahasa jawa atau uang jajan kpd anak kecil,bahkan pernah uang SPP kuliah sy yg hrs sy bayar 1 minggu lagi dipinjam org jg dikasihkan pdhal kami bukan klrg yg brkecukupan,untungnya si peminjam bs mengembalikan tepat waktu …dan itu benar2 pelajaran tanpa kata yg kalau sy memaknai adalah vibrasi positip dr ibu saya…dan efeknya luar biasa subhanallah….Alhamdulillah itu menurun ke semua anak2nya,..semoga ibu mendapat balasan Allah dg mndapat tempat terindah disisiNYA…amin…3x yarobal alamin…trima ksh share ilmunya pak ustadz…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *