Mendidik anak berpikir cerdas

Dunia ini terus berubah, perubahan dunia yang sangat cepat ini tidak akan dapat diikuti oleh pikiran yang itu itu saja, pikiran ini harus disiapkan untuk merespon dunia yang selalu berubah dari waktu ke waktu. Mencerdaskan pikiran anak adalah mempersiapkan untuk menghadapi perubahan itu. Anak yang cerdas adalah anak yang mampu menggunakan kalkulator bukan yang hafal berbagai hitungan di luar kepala alias hafal. Anak yang cerdas adalah anak yang mampu menggunakan Google search untuk menjawab setiap permasalahan yang ia hadapi, bukan anak yang mampu menghafal materi pelajaran. Nampaknya orang tua harus bersahabat dengan gadget untuk diperkenakan kepada anak bagiamana memanfaatkan gadget tersebut.

ilmu pengetahuan sekarang ini tidak perlu kita hafal karena semua ada di genggaman, yang penting sekarang adalah bagaimana membuat anak ini mampu menggunakan pikiran untuk menganalisis dan memberikan suatu solusi kreatif dari permasalahan yang ia hadapi. mendidik anak cerdas berpikir memang harus memberikan dia berbagai persoalan hidup, ini seperti orang tua yang raja tega, hal ini dilakukan agar dia ada usaha untuk berpikir kreatif. Orang tua hanya memberikan alat nya saja kreativitas biarkan sesuai dengan usia anak.

Dengan latihan latihan sederhana tentang masalah dan solusi, akan membentuk jiwa dan pikiran anak untuk terus bergerak. hal inilah yang dapat membawa anak untuk dapat bergerak sesuai dengan masalah kedepan yang ia hadapi.

Untuk dapat kreatif dan solutif, ada cara berpikir yang bisa kita gunakan. Cara ini adalah dengan kesadaran, yaitu sadar dibalik apa yang dilihat, di dengar dan di bau. Kemampuan menyadari di balik sesuatu ini akan merangsang otak untuk berpikir kreatif. Dia bisa berpikir menyebar atau divergen. Ketika dia diberikan sebuah jeruk maka pikiranya akan lari bagaimana jeruk itu tumbuh, berapa lama jeruk itu bertahan dalam keadaan segar, dari mana asal jeruk ini… dan segudang kreativitas berpikir lainnya. Tapi kalau anak tidak dilatih untuk menyadari ada apa  disebalik sesuatu maka pikiran hanya berhenti di jeruk saja, rasanya manis, warnanya hijau itu saja.

usia sangat berharga adalah ketika si anak membiarkan cara berpikirnya yang loncat sana loncat sini ketika melihat seuatu, maka tak heran dia akan bertanya tentang banyak hal. Nah itulah masa emas anak dalam menunjukkan proses kreatifnya. Hal ini akan berhenti menjadi tidak kreatif ketika orang tua membentak “tanya melulu”, atau menunjukkan sikap tidak sukanya ketika anak banyak bertanya maka ketika itu si anak akan berhenti berpikir kreatif, atau akan sangat berkurang berpikir kreatifnya.

baik sekarang mari kita bahas caranya atau how to nya. cara yang paling mudah adalah mengajak anak untuk menyadari siapa yang ada di sebalik alam semesta ini. Kita mengajak anak untuk menyadari sesuatu yang tidak dapat kita lihat dan tidak dapat kita raba serta pikirkan. Misalnya ketika kita jalan jalan melihat pepohonan maka kita bisa mengajak anak untuk menyadari siapa di sebalik pepohonan itu. Ketika melihat indahnya ikan koi di kolam sambil lalu kita ajak si anak untuk menyadari siapa yang menggerakkan ikan itu, dia adalah Allah. Semain sering anak mampu menggunakan  kesadarannya ini  maka dia akan semakin terampil.

tahap kedua adalah mengajarkan anak untuk berpikir lebih jauh dari apa yang di terangkan guru disekolah. Kita ajarkan bagaimana ketika guru menjelaskan tentang pangeran diponegoro maka pikiran anak dilatih untuk lari siapa itu pangeran diponegoro, orang mana, dari kerajaan mana, dia hidup di tahun berapa dan seterusnya. pembiasaan ini akan merangsang otak anak untuk kreatif

yang terakhir adalah mengajak anak untuk berdzikir nafas, latihan dzikir nafas ini akan mengaktivasi kesadaran anak sehingga secara otomatis akan menguatkan proses berpikir kreatif pada anak. Dzikir nafas akan melatih anak untuk relaks dan santai. Dzikir nafas akan melatih anak untuk lebih fokus terhadap apa yang sedang diselesaikan . Relaks dan fokus inilah kunci untuk kreatif. Dzikir nafas juga akan membentuk karakter pada anak. Dia akan menjadi anak tampil percaya diri karena dia sadar bahwa ada Allah di dekatnya, dan karakter positif lainnya.

yang terakhir adalah buat anak enjoy dengan apa yang sedang dia pelajari, jangan jadikan sekolah ini menjadi objek stresssor anak dengan berbagai tuntutan, harus dapat rangking, harus pandai, harus menguasai , harus ini dan harus itu. semakin anak stress maka semakin otaknya beku, ketika otak beku maka tidak akan berfungsi. Orang tua saja jika stres dan otaknya beku tidak dapat berpikir bawaannya marah marah… apalagi anak … kasus mogok sekolah banyak disebabkan karena hal ini.

baik itu sedikit tulisan bebas saya, masih dalam proses mencari cara yang mudah bagi  anak dapat dilakukan oleh orang tua di rumah.  Jika anda guru atau pengajar silahkan untuk menerapkan hal ini dan kita bisa kembangkan bersama suatu metode yang mudah yang dapat membuat anak kita bisa berpikir kreatif.