Menembus langit sap ke 7 ada di doa iftitah dalam shalat

Jika anda meriilkan langit maka jika ada di firman Allah mengenai langit terdiri 7 sap maka anda akan membayangkan seperti gedung bertingkat 7 yang setiap tingkat ada langit langit nya? apa ya seperti demikian? adakah memang kekuasaan Allah itu dibatasi oleh langit? saya yakin tidak juga, kekuasaan Allah atas alam semesta ini tidak akan dibatasi oleh apapun termasuk langit. Kekuasaan Allah tak terbatas lebih dari pada batasan batasan apapun termasuk langit bahkan sampai langit sap terakhir yaitu sap ke Tujuh.

Sekarang mampukah kita menembuh langit sap ke 7? Jelas bisa …. Rasulullah saja bisa…. kita sebagai umatnya seharusnya juga bisa. Ketika Rasulullah menerima wahyu Shalat maka beliau bisa menembus berbagai hijab hijab … kitapun di dalam shalat juga dipertemukan dengan Allah secara langsung yaitu “ku hadapkan wajahku kepada wajah Allah yang menguasai langit dan bumi” nah berarti jika ucapan ini benar maka kita bisa menembus langit sap ke 7. Kalau kita masih meyakini berada di sap ke 2 atau ke 3 atau ke 6 atau ke 7 maka berarti kita belum menghadapkan wajah kita kita kepada wajah yang menguasai alam semesta. Kita masih menghadap pada langit sap 2, 3 atau ke 6 atau ke 7…

baik agar kita paham yang dimaksud dengan langit sap ke 7 dan kenapa kita harus menembusnya, saya jelaskan sebagai berikut. ; Allah menggunakan kata langit ini sebanarnya bermakna kias, analogi ini digunakan agar kita mampu melampoi alam pemikiran tentang langit. Sebab tidak mungkin ada langit, pasti tidak ada. sebab kekuasaan Allah tak terbatas. nah penggunaan istilah langit hingga sap ke 7 ini memberikan pengertian bahwa pikiran kita dibatasi langit pertama.. kita tembus … lagi dengan bukan ini dan bukan itu… sampai langit sap ke 2 kita tembus lagi bukan ini dan bukan itu, kita tembus lagi sampai langit sap ke 3, antara langit sap ketiga dan keempat tetap saja kita mengatakan bukan ini dan bukan itu, artinya apa yang ada diantara langit sap ke 3 dan ke 4 bukan ini dan bukan itu.. karena yang kita cari memang bukan ini dan bukan itu sehingga kalau kita ketemu ini dan itu harus segara kita hilangkan dan kita harus berusaha masuk ke lapis berikutnya yaitu lapis ke 4 , antara lapis ke empat dan kelima kita juga mengatakan bukan ini dan bukan itu, kemudian lapis langit ke 5 , sekarang kita berada di lapis ke lima dan dan keenam, maka apa apa yang ada didalam lapis langit ini bukanlah yang kita cari, sebab masih ada lapis ke enam… kita pun menembus lapis ke enam itupun masih bukan yang kita cari sebab masih ada langit ke tujuh. nah kita pun berusaha menembus langit sap ketujuh.. di atas langit sap ketujuh ini sudah bukan alam lagi karena sudah tidak ada batas lagi… maka disinilah kita duduk bersimpuh di depan Allah. memuji dan bersujud. dalam keadaan ini maka sesungguhnya shalatku ibadahku hidup dan matiku untuk Allah. posisi inilah posisi seorang muslim sejati. wa ana minal muslimin

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *