Mengalihkan aku yang bersyukur menjadi Alam semesta yang bersyukur

Pelajaran bahwa yang bersyukur itu bukan aku tapi alam semesta, ketika saya sholat subuh di masjid sebelah. Sebelumnya, saya bangun 03.30 lalu saya meditasi syukur sebentar, dari yang sebentar ini rasa syukur masih sangat terasa, kemudian 04.30 adzan subuh dan saya pergi ke masjid untuk sholat berjamaah. saat menunggu iqomat saya duduk patrap. Kemudian muncullah ilham bahwa pada saat i’tidal yang bersyukur bukan aku yang sempit tapi alam semesta yang maha luas. alam semesta bersyukur dengan memuji rabbana wa lakal hamdu.

kemudian Iqomat tiba,sayapun berdiri untuk mengikuti imam sholat subuh, pada saat itidal Imam membaca sami Allahu liman hamidah, maka saya pun segera mempraktekan apa apa yang saya dapatkan ketika duduk patrap tadi, kesadaran saya luaskan dan ke aku an saya, saya hilangkan lalu saya yang bukan aku menyadari alam semesta sedang memuji Allah.

alhamdulillah hari ini saya menerima pelajaran syukurnya alam semesta. terima kasih ya Allah.

 

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

2 thoughts on “Mengalihkan aku yang bersyukur menjadi Alam semesta yang bersyukur

  1. Subhanallah,Alhamdulillah,Allahuakbar…..selamat menikmati indahnya syukur bersama alam semesta…..mudah-mudahan kita semua diberikan keindahan syukur tersebut,amin

  2. Dalam i’tidal ada pujian tambahan selain sami’allahu li man hamidah, rabbanaa wa lakal hamdu yaitu mil’ussamawati wa mil’ulardhi, wa mil’u maa syi’ta min syai’in ba’du yang artinya Wahai Rabb kami,bagiMu segala pujian + sepenuh langit dan sepenuh bumi dan sepenuh apa-apa yang Engkau kehendaki dari sesuatu sesudahnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *