aktivitas kita sehari hari kalau kita pikir pikir tidak untuk siapa siapa termasuk tidak untuk diri kita. jadi begini… taruhlah kita bekerja untuk diri kita… sejumlah uang yang kita dapatkan dapat dipastikan hanya sedikit saja  untuk kita, yaitu makan secukupnya, berpakaian secukupnya dan istirahat di tempat yang secukupnya… kalau kita renungkan lagi…. makan ya untuk tenaga besuk, dan makan lagi untuk tenaga besuk lagi agar bisa hidup, demikian pulan dengan pakaian dan tempat tinggal. kebutuhan yang “secukupnya” tadi ternyata bukan untuk kita tapi untuk hidup itu sendiri nah hidup itu sendiri setelah kita tarik kebelakang lagi bukan untuk siapa siapa lagi, disinilah kita berhenti bahwa hidup kita untuk yang memberi hidup. sekarang tinggal kita masihkah kita berpegang bahwa hidup untuk diri kita? saya kira tidak lagi.. kita sekarang berpegangan bahwa hidup kita untuk yang memberi hidup itu sendiri yaitu Allah. orang yang tidak memegang ini akan menemui beberapa benturan maka Allah berfirman bahwasannya dunia itu hanyalah permainan, lucu kalau hidup untuk kita atau hidup kita untuk keluarga dan sanak saudara… kecewa nantinya… sesungguhnya sholatku, perbuatanku, hidup dan matiku hanya untuk Allah.