Mengapa kita merasa benar

Agama memang dijalankan atas dasar syariat , hal ini tidak bisa ditawar tawar lagi, namun karena islam ini bisa dipersepsikan macam macam maka islam akan terpecah menjadi bagian sesuai dengan dasar pikiran atau dalam mempersepsikan tentang suatu hukum. seperti misalnya ada yang mengatakan kalau tahlilan (baca laa ilaha ilallah) itu dianjurkan tapi ada yang mengharamkannya …. nah ini kan sangat tergantung persepsi orang.

nah dalam islam ada tingkatan yang lebih tinggi dari sekedar syariat.. yaitu akhal, maka Allah menurunkan Rasul ini unutk mempperbaiki akhlak. jika akhlaknya baik maka perbedaan itu rahmat, tapi jika tidak berakhlak jangan berbeda, memiliki persepsi yang sama saja bisa timbul perpecahan.

jadi setelah kita mengerti syariat nya maka gunakan akhlak dengan tidak menganggap orang lain berbuat yang salah. karena sebenarnya aturan agama itu jelas… yang bikin beda itu kan hal hal yang kecil…. dan semakin kecil maka perbedaan itu akan semakin terbuka luas, dan lagi keyakinan akan kebenaran dari hal hal yang tidak penting menjadi sesuatu yang dipertahankan. nah ini lah yang bikin kita umat islam ini runyam dengan diri kita sendiri

nah untuk jawaban mengapa kita merasa benar adalah karena kita pandai syariat, kuat syariatnya tapi tidak berakhlak sehingga menyebabkan kesombongan beragama dan akibatnya adalah merasa diri paling benar dan akibatnya lagi menganggap orang lain salah…

 

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *