mengingat Allah sambil berfikir, mungkinkah?

sangat mungkin sekali, asal tahu caranya dan alat (unsur diri) yang digunakan untuk mengingat dan alat yang digunakan untuk berfikir. Sebab berbeda antara yang mengingat dan yang berfikir, selama ini kita tidak membedakan mana yang mengingat allah dan mana yang berfikir tentang lainnya. jika kita tidak dapat membedakan maka ketika berdzikir kepada Allah kemudian kita diajak diskusi (aktivitas berfikir kan) atau kita harus memecahkan masalah ( problem solving ) maka ingatan kita akan Allah pasti lepas. tapi jika kita tahu bahwa yang berdzikir dan yang berfikir itu adalah berlainan maka kita bisa menggunakan secara bersama sama yaitu mengingat Allah sambil berfikir.

sekarang mari kita kupas unsur mana yang mengingat Allah dan unsur mana yang berfikir. mengingat Allah adalah aktivitas kesadaran (consciousness) kesadaran ini bukan aktivitas otak, kesadaran ini lebih luas meliputi segenap unsur diri, kesadaran ini meliputi diri kita. sedangkan berfikir adalah aktivitas otak. jadi sangat berbeda antara aktivitas kesadaran dan aktivitas otak.

cara menyatukan kedua aktvitas ini sangat mudah , semudah kalau kita sholat membaca dan bergerak tapi pikiran kita bisa melayang layang bebas. kita sadari Allah bahwa Allah itu ada … pegang kesadaranya kemudian mulailah untuk berfikir yang lain. (ini memerlukan latihan, syukur syukur ada yang membimbing).

manfaat dari berfikir sambil dzikir kepada allah adalah pikiran kita akan terbimbing oleh Allah. sehingga proses berfikirnya lebih smart lebih cerdas dan akan terilhami dengan hal hal yang mencerahkan.

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *