beberapa motivator spiritual seringkali menggunakan cara “mengingat dosa” entah itu dosa pada orang tua, dosa pada Allah atau lainnya untuk membangkitkan spiritualitasnya. Tapi sayangnya terlalu banyak mengingat dosa dengan intensitas yang dalam malah dapat menyebabkan stress. salah satu sebabnya adalah semakin banyak mengingat dosa orang semakin tidak sadar akan maha ampunnya Allah.

pemahaman saya ini bukan olah pikir saya, tapi ini adalah pengalaman yang saya rasakan dan alhamdulillah Allah ilhamkan pada saya. Saya tadi malam melakukan suatu perbuatan dosa, dan setelah melakukan perbuatan dosa saya nekat untuk minta ampun kepada Allah dengan dosa tersebut, hati ini bergejolak ketika saya minta maaf semacam ada rasa tidak mau bertobat karena Allah pasti tidak mengampuni… akhirnya saya nekat saja untuk meminta ampun kepada Allah. dalam kenekatan saya memohon ampun tersebut tiba tiba Allah memberi saya ilham, yang intinya begini :

rasakan maha ampunnya Allah itu saja, hilangkan pikiran tentang dosa.

saya pun tersadar dan bersyukur kepada Allah… lalu saya praktekan ilham itu saya merasakan dan menguatkan kesadaran saya bahwa allah maha pengampun dan sekarang daya ampunan Allah itu sedang mengalir dalam diri saya. pada saat itu saya benar benar melupakan dosa yang telah saya perbuat yang rasakan hanya ampunan Allah telah mengalir dalam diri saya.

ternyata subhanallah ,,,, benar benar Allah itu maha pengampun. hati sayapun berubah menjadi bahagia seperti terbebas dari beban dosa, dan malam kemarin  pun saya dapat tidur dengan nyenyak.

dalam benak saya selalu berpikir , berarti motivator motivator yang selalu mengingatkan dosa itu tidak benar 100%, coba kalau yang dibangkitkan motivator itu bukan lah dosa tapi maha ampunnya Allah pasti orang yang di motivasi akan merasakan bahagia  seperti yang saya rasakan tadi malam.

dan dengan merasakan maha ampunnya Allah ternyata mampu juga meningkatkan kadar spiritualitas saya. setelah saya melakukan dosa saya merasa spiritualnya anjlok, tapi setelah menyadari betapa ampunan Allah itu luar biasa besarnya maka seperti grafik  yang selalu menaik. dan alhamdulillah rasa dosa itu hilang dan sekarang saya masih merasakan kebahagiaan itu.

kesimpulan: terlalu banyak mengingat dosa itu tidak baik karena akan menimbulkan guilty feeling yang berkepanjangan dan ini akan melukai diri kita sendiri, tapi kalau diganti dengan menyadari ampunan Allah maka hati menjadi lebih bahagia. jadi apapun sakitya kembalinya kepada Allah bukan kembali mengingat dosa.

semoga kita dihindarkan Allah dari perbuatan dosa. dan Allah menerima tobat kita. amin