Menginginkan keluarga bahagia

syukur menuju sakinah

sakinah berawal dari syukur kepada Allah

Yang sering kita lupakan bahwa keluarga adalah amanah bagi kita, jika kita suami maka istri dan anak anak adalah amanah dari Allah, bagi yang menjadi istri, suami dan anak-anak juga merupakan amanah bagi istri tersebut. Ketika kita memahami bahwa apa yang ada dalam keluarga adalah amanah bagi kita maka kita akan sadar dengan kedudukan kita yaitu sebagai orang yang dititipi oleh Allah untuk melaksanakan, menjaga amanah tersebut. Dan juga tidak berlebihan dalam menjaganya misalnya dengan overprotektif, mengharap terlalu tinggi atau over kasih sayang.

Sikap berlebihan dalam menjaga amanah akan mengakibatkan kita malah tidak amanah. Orang tua yang terlalu mengharapkan anaknya berhasil di sekolah dengan tidak memperhatikan kemampuan anak akan menimbulkan kerusakan pada Anak entah itu mentalnya, akhlak dan lain. Pemaksaan pemaksaan yang berlebihan kepada Anak akan menyebabkan tidak amanahnya kita kepada anak. Dan nanti jika kita tidak amanah maka yang akan menerima akibatnya adalah diri kita sendiri.

Keluarga bahagia adalah keluarga yang bisa menjaga amanah Allah secara proporsional. Dalam berkeluarga kita harus mengetahui seberapa jauh kemampuan kita dan kemampuan anak atau pasangan. Dengan saling mensyukuri kemampuan yang dimiliki maka akan tercipta keluarga yang bahagia. istri mensyukuri suami, suami mensyukuri istri , suami istri mensyukuri anak-anak apapun keadaan anak dan pasangan kita, sungguh ini kebahagiaan yang sangat luar biasa.

Ketidakbahagiaan keluarga berawal dari ketidak adanya syukuran dari salah satu atau lebih anggota keluarga yang bersyukur dengan anggota keluarga lainnya. Istri tidak mensyukuri suami atau suami tidak mensyukuri istri, keadaan ini menyebabkan keluarga tersebut menjadi saling curiga, saling benci dan tidak akan tumbuh jalinan rasa kasih sayang. Ketidakbahagiaan memiliki anak juga disebabkan oleh orang tua yang tidak mensyukuri keadaan anaknya. misalnya anaknya memiliki IQ rendah, anaknya nakal, anaknya cacat, ketika semua itu tidak disyukuri sebagai rahmat dan amanat Allah maka kita harus bersiap-siap untuk menerima akibatnya.

Bagaimanapun keadaan anak harus kita syukuri, bahkan anak kita yang “nakal” pun harus kita syukuri , bukan mensyukuri nakalnya tapi mensyukuri anaknya. tidak mensyukuri perbuatannya yang nakal tapi mensyukuri anak itu sendiri.  Lihatlah anak kita ketika anak tidur pulas, pandang dia dan ucapkan syukur dengan tulus kepada Allah ya Allah terimakasih engkau telah karuniakan anak kepada kami, sambil kita elus kepala anak kita. Sungguh getaran syukur ini akan merubah akhlak anak, akan menjadikan anak yang menjengkelkan menjadi anak yang menyenangkan bagi orang tuanya.

amanah anak

mensyukuri anak

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *