Menjadi karyawan Allah SWT

ya implementasi sebagai hamba Allah adalah menjadi karyawan-Nya. Berbuat untuk dunia dan akhirat sama imbangnya. tidak ada perbedaan ini dunia dan ini akhirat semua adalah sama kalau dunia ya akhirat kalau akhirat ya dunia. Menjadi karyawan Allah bukan untuk akhirat saja tapi untuk dunia ini. Derajat khalifah ini kita sandang sekarang bukan nanti di akhirat. kalau di akhirat sudah bukan khalifah lagi. Bagaimana bisa menjadi khalifah yang hebat tidak mau bekerja di dunia. Orang yang tidak mau bekerja atau berbuat di dunia sama hal nya dengan tidak mematuhi “untuk apa kita dijadikan di muka bumi ini”.

Saya tidak sependapat bahwa hidup di dunia harus kaya atau bahkan kaya raya, namun seandainya kita dijadikan Allah kaya itu hak Allah, namun yang pasti adalah kita tetap berbuat dan bekerja dengan landasan filosofi bekerja sebagai karyawannya Allah SWT. Bekerja menjadi karyawannya Allah ini tidak pandang usia tidak pandang apapun jadi tidak ada istilah pensiun… apalagi pensiun dini. sekali hidup di dunia harus berbuat dan berbuat. satu hal lagi bahwa menjadi karyawan Allah tidak etis kalau selalu mempertanyakan berapa upahnya, kapan upahnya diberikan. karyawan Allah selalu bekerja berdasarkan pengabdian kepada Allah SWT.

prinsip menjadi karyawan Allah cukup 1 hal yaitu berbuat dan berbuat. Berbuat dan berbuat terus sampai kita mati. Ada satu buku yang sangat menarik hati saya ketika saya berada di rumah teman, judul buku itu adalah the power of positif doing kalau yang lain kekuatan berpikir positif , kekuatan syukur dan lainnya ini malah sudah melangkah jauh yaitu kekuatan berbuat positif. insya Allah kita akan bahas topik yang satu ini secara lebih khusus. baik sebagai akhir kalimat di tulisan ini adalah berbuat dan berbuat sampai mati….

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *