Menjadi Mahkluk yang Bercahaya

Pertama sadari betul betul bahwa manusia itu dari tiada , kemudian tiada dan menjadi tiada, jadi inilah aslinya manusia “ketiadaan” tapi kenapa dari kebanyakan menusia yang kurang menyadari hal ini (saya juga belajar bagaimana membebaskan diri menuju ketiadaan). Tiada nya manusia merupakan kesadaran yang benar benar sadar, yang bermuara pada kepada yang aslinya ada yaitu Allah.

Surat alfatihah ditegaskan tentang ketiadaan manusia ini yaitu iyya ka nabuduu  makna ka inilah ketiadaan kita agar bisa menyadari Allah yang sebenarnya. yang tiada menyembah kepada yang Ada, yang tiada memang tidak ada tapi dia sadar kalau dirinya ada.

Level ketiadaan inilah kita akan menjadi makhluk bercahaya, yang bersinar dan menyinari. yang menerangi diri kita dan orang lain.

inilah pencapaian dari proses belajar sholat khusyu. bukan keangkuhan diri nya sudah dekat dengan Allah namun kepasrahan dan kerelaan kepada Allah.

dalam keadaan inilah yang sering kita istilahkan YANG KOSONG ITU ISI, YANG ISI ITU KOSONG

beberapa uraian diatas adalah sedikit wajangan ust Abu sangkan di masjiad fatimah pada 9 februari 2011 di madjid fatimah.

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *