Menjadi murid dari Guru Makrifat

Guru makrifat itu mengajarkan bukan lagi dengan fisik, tapi dia akan mengajarkan menggunakan ruhaninya. maka kadang tidak match antara jasadnya dengan apa yang dia ajarkan. saya akan mengambil contoh secara umum yaitu apa yang terjadi pada nabi Khidir dan Nabi Musa. Nabi Khidir mengajarkan kepada Nabi Musa apa apa yang berbeda dengan ruhani nabi Khidir. Ruhani beliau sudah menangkap kalau si Anak ini kalau besar akan berbuat jahat dengan orang tuanya yang sholeh, yang kemudian anak tersebut di bunuh oleh nabi khidir. kejadian ini tentunya membuat nabi musa bertanya tanya. Kenapa sekelas Nabi Khidir membunuh anak yang tidak berdosa.

Cerita Nabi Khidir diatas tentunya memberikan suatu pelajaran bagi kita bahwa jika kita  belajar makrifat kepada guru makrifat maka kita harus siap dengan hal hal yang di luar nalar. saya pernah silaturahmi kepada seorang kyai, beliau adalah sering dipanggil dengan Mbah Kusnan (Alm) tinggal di matesih karanganyar solo. Ketika saya bertamu ada seorang tamu yang lain di samping saya. tiba-tiba Mbah Kusnan menuduh tamu disamping saya kalau tamu saya tersebut sering berbuat zina. Dengan bahasa yang sangat kasar. Sayapun terdiam dan tamu itupun terdiam seolah dia mengakui bahwa dia sering berzina. kemudian tiba waktu sholat dzuhur sayapun ambil wudlu dan disamping saya Tamu tadi yang dikatakan Mbah Kusnan sering berzina. tamu tersebut bilang ke saya. Iya Mas benar apa yang dikatakan Mbah Kusnan tadi saya sering berbuat zina, dan mulai saat ini saya akan berhenti berbuat zina. Ternyata perkataan yang kasar dan bagi orang bisa membuat sakit hati karena dikatakan didepan umum, ternyata tidak membuat dia sakit hati tapi membuat dia sembuh dari perbuatan zina.

nah orang makrifat mendidik murid muridnya dengan cara yang kadang tidak bisa diterima oleh akal kita. untuk itu ketika berniat untuk belajar makrifat kita harus selalu berkhusnudzan kepada Guru Makarifat tersebut. karena kita yakin bahwa Guru tersebut adalah baik, maka apa yang beliau lakukan semuanya adalah baik.

Menjadi murid dari guru makrifat harus selalu rendah hati baik di hadapan guru atapun tidak. kesambungan hati harus selalu dijaga. sekali kita suudzan maka ilmu akan berhenti, sebab sekali lagi bahwa guru makrifat mengajarkan lebih pada spiritualnya bukan pada pengetahuannya. makrifat adalah sprititual nah pelajaran spiritual yang asli bukan melalui penjelasan penjelasan tapi melalui sambungan ruhani dan jiwa.

Menjadi murid dari guru spiritual harus dewasa dan harus memiliki kecerdasan emosi. jika tidak dewasa lebih baik jangan berguru dulu, Bergurulah ketika sudah siap.

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

2 thoughts on “Menjadi murid dari Guru Makrifat

  1. Alhamdulillah dlu pernah sowan dalem mbah kusnan, nemenin beliau duduk2 d mushola belakang rumah, maen saron, ayah saya dsuruh pijitin beliau,sya dsuruh ngasih makan ikan, dan tamu2 laen dsuruh macam2, ada yg nyabutin rumput, nanam pohon. Makan siang bareng2 dg tamu laen&seperti crta d atas, ada tamu pas makan dapat perlakuan aneh dr beliau.sy ingat btul beliau nyuruh apa ke tamu tsb., kmdian stlah makan sholat,trs beliau maen wayang sambil ngasih nasehat2nya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *