menjalankan amanah itu ibarat puasa

menjalankan amanah, dan kita harus selalu berhadapan dengan amanah amanah itu, mungkin ada daya berontak dengan amanah yang sedang kita jalankan, baik ibarat orang berpuasa. Kita tetap bertahan tidak makan dan tidak minum, itu ibarat puasa, kita harus bertahan di amanah itu puasa untuk keluar dari amanah. Sama juga dengan puasa yang sebenarnya yang membuat kita kuat untuk tidak makan dan tidak minum adalah dengan sikap menerima. Demikian pula dengan menjalankan amanah kita harus obati dengan sikap menerima dan bersyukur subhana wa bihamdi subhanahil adzim.

Hanya menerima dan bersyukur kita akan kuat bertahan menjalankan amanah yang berat.  Kalau kita keluar dari amanah maka Allah akan mengancam dengan siksaan yang pedih. Jadi kita harus tetap harus bertahan dalam amanah. Amanah ini bukan perkara yang sepele , amanah ini adalah perkara besar dalam hidup jadi ibarat puasa, kita harus benar benar bertahan di amanah.

jadi ketika kita bertahan di amanah, mungkin terjadi peningkatan suhu panas (rasa bosan, jenuh, tidak kuat, tidak kuat bertahan dll) maka sebagai pendingin adalah menerima (subhana) dan bersyukur serta percaya Allah menolong (wa bihamdi dan al adzim) kemudian kita bisa menjalankan mobil untuk terus berjalan menjalankan amanah Allah (samikna wa athona)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.