menjelang senja

kemana kita akan pulang, kesadaran akan pulang ini menjadi penting karena beberapa orang yang tidak siap mengalami ketakutan untuk tua dan untuk mati. hidup itu menjalani ya menjalani apa yang Allah buat apa yang Allah rencanakan. menjalankan itu berarti memang tidak ada usaha kita. coba cermati kalimat menjalani bukan berarti diam, kan… menjalani berarti kita berjalan bukan berhenti. Usaha dan menjalani sangatlah berbeda, Jika usaha seolah kita yang menentukan tapi kalau menjalani Allah yang menentukan. Keduanya sama sama mengerjakan dua duanyasama sama bergerak dan tidak diam.

demikian pula dengan berlalunya kehidupan yang menjelang senja kemudian datang esok kemudian senja lagi. maka kita tinggal menjalani saja hari hari kita dengan sebaik mungkin, dengan penuh ihlas dan keridhoan. semakin kita ridho maka semakin kehidupan itu akan membuat kita bahagia tapi sebaliknya semakin kita tidak ridho maka semakin jauh kita dari yang namanya bahagia.

beradalah pada masa sekarang, itu syarat utama untuk dapat menikmati hidup. hidup kita berlalu setiap saat, jika kita mengikuti hidup itu maka kita akan tersangkut di masa lalu atau terlalu berpikir ke depan yang akhirnya masa sekarang tidak dapat dilalui dengan baik. nikmat kehidupan yang sekarang bukan masa lalu atau masa depan. kadang kita ini aneh, di masa kanak kanak – remaja kita terbayang akan kesuksesan hidup nanti kalau sudah dewasa, tapi setelah dewasa kita terkenang masa lalu ketika kita masih kanak kanak… ya inilah ciri-ciri ketidakbahagiaan. kita harus selalu seirama dengan alam yang selalu bergerak meninggalkan masa lalu, dan benar benar ditingalkan.

ya.. saya sekarang sedang menyelami bahwa hidup adalah menjalani, bukan merencanakan. saya merasa pendapat saya ini agak berbeda dengan kebenyakan orang, ya saya akui, tapi saya juga merasakan adanya kebenaran dalam hal ini. saya menjalani hidup saya sebagai guru, sebagai ayah sebagai teman sebagai yang lainnya. saya jalani saja bagaimana baiknya. prinsip saya adalah saya menjalani dengan sebaiknya yang saya mampu jika memang kurang disana dan disini ya itu nanti akan saya jadikan evaluasi.

sayapun berusaha menikmati kehidupan saya yang sekarang ini saat ini … dan berlalu dan berlalu dalam setiap saat. saya mencoba apakah dengan seperti ini hidup saya akan lebih baik lebih bahagia atau sebaliknya …

 

One thought on “menjelang senja

  1. Benar Pak ustad…yang punya rencana bukan manusia tapi Allah, kita cuma menjalankan saja sesuai skenario yang diberikan…hasilnya? Biar Allah saja yang menilai karena manusia tidak mempunyai hak untuk menilai..kalau manusia yang menilai itu akan bias..bias dan bias..
    Terima kasih.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *