menulis tidak tahu apa yang mau ditulis

bagaimana mungkin menuliskan sesuatu yang mencerahkan tapi kitanya yang nulis ini tidak tercerahkan. ya menulis dibutuhkan pencerahan agar dapat menulis dengan baik dan mencerahkan tentunya, dalam pikiran saya saat ini tidak ada yang mencerahkan saya bahkan saat ini ada perasaan yang tidak enak , jadi maaf kalau tulisan saya kali ini agak kurang bagus.
saya mencoba menulis ini selain dalam rangka jujur juga dalam rangka menunggu ilham dari Allah .. ehh siapa tahu Allah tiba tiba memberikan ilham atau pencerahan bagi saya saat menulis. kalau masalah menulis asal nulis saja sangat mudah seperti yang saya tulis saat ini. Tulisan ini merupakan bentuk pemaksaan saya untuk tetap bisa menulis. mungkin ada beberapa kesalahan saya sehingga tulisan saya kurang menarik dan kurang orisinil mungkin penyebabnya adalah saya terlalu mengharap tulisan saya digemari dan banyak dibaca orang lain, ternyata keinginan tersebut menghambat pikiran saya untuk berselancar bebas. sungguh .. niat yang tidak ihlas ini menyebabkan saya tidak kreatif. pada hal ust Abu sangkan sudah mengajarkan untuk ihlas dengan metode fana.
baiklah saya akan mencoba menulis dengan terlebih dahulu saya berada dalam keadaan zero.
eh… ternyata ndak muncul juga ilhamnya, ya sudah lah say a tunggu sambil menulis saja.
eh kok terbersit saya ingin menuliskan sesuatu…
teringat suatu waktu mas Irwan menceritakan tentang pengalamannya sholat di suatu masjid, setelah sholat dia kaget tiba ada seseorang yang membawa ember dan lap pel
kemudian mengepel tampat dimana mas Irwan sholat, saya pun berkomentar… ah mending sholat di tempat nya orang nasrani …. kita malah disediakan tempat… dari pada sholat di di masjid dimana kita dianggapnya najis kemudian di pel… malah dengan nasrani kita dihormati kalau sholat…
he he .. masih juga belum ada ide untuk nulis.. ya tak apa … mungkin cukup disini dulu nulis ngawurnya semoga manfaat …

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

One thought on “menulis tidak tahu apa yang mau ditulis

  1. sangking seringnya tunduk ke Allah hingga apa -apa harus dari Alah ya Ustadz..sering dalam pelajaran yang ustadz berikan emang demikian ..menulis itu ternyata suana hati yng ingin mengalir keluar jadi bila udah terbesit bahasa pikiran maka jadinya ya berhenti mengalir,,demikian juga bila kita ber ujar..nenunggu wangsit..ilham dari Allah..sungguh..terasa ada hal yang menuntun..bisa jadi jujur..bisa jadi trenyuh,,,dan bisa juga jadi sedih >>yg artinya mengikuti suasana hati..bukan ngawur…namun ya gmana ya mau ngomongnya…kayak saat ini pun saya pun ngawur ya ustadz..salam buat SC solo,.ni smga istiqomah selalu dalam ridho _Nya..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *