dalam membaca al quran makna suci sering di sederhanakan menjadi suci dari hadas besar dan kecil, padahal kita paham bahwa suci bukanlah pada fisik, tapi suci adalah hati dan jiwa. Wudlu sebenarnya adalah mensucikan jiwa dan hati kita sehingga dosa yang telah kita perbuat menjadi hilang dari diri kita. Penyederhanaan suci ‘cuma sekedar bersih badan dengan wudlu” akan menyebabkan tirual wudlu tidak akan bermakna apa apa. dan tidak ada pengaruh terhadap jiwa dan hati.

Untuk itu wudlu harus kita yakini sebagai pembersihan dosa dosa kita. Ukuran keberhasilan wudlu adalah setelah wudlu hati kita merasa bersih atau tidak. jika kita setelah wudlu merasa bersih hati kita maka berarti wudlu kita berhasil. ciri yang kedua apakah wudlu kita memberikan dampak kecerahan hati, kebahagiaan hati, jika ya berarti wudlu kita berhasil. tapi ingat kriteria ini bukanlah syariat sehingga jika kriteria ini tidak ada maka tidak wajib untuk wudlu kembali.

ketika jiwa kita bersih dari dosa maka selanjutnya kita melanjutkan ibadah berikutnya yaitu shoat atau baca alquran. Dengan jiwa dan hati yang bersih ini maka sholat kita akan membawa dampak yang positif, demikian pula membaca al quran dan mempelajarinya akan memberikan dampak yang sangat positif, kita akan lebih mudah paham al quran dan kita akan termotivasi untuk menjalankannya.

mari kita perbaiki wudlu sebagai langkah awal untuk menuju Ilahi.