Menyelaraskan Pekerjaan dengan ibadah

bagi yang mendalami ilmu tasawuf tidak jarang yang gundah dengan masalah duniawi, seringkali konflik internal terjadi antara bekerja mencari uang dengan ibadah. Dua hal ini menjadi seperti dua kutub yang berlawanan. yang satu duniawi dan yang satu akhirati. Jika masalah ini tidak mendapatkan titik temu maka akan terjadi konflik internal dan jika berlanjut akan terjadi stress. Yang biasanya, pada akhirnya dia  tidak mau bekerja lagi.

banyak sekali ajaran ajara tasawuf yang menyarankan untuk meninggalkan duniawi, dan memperbanyak amal akhirati. sehingga ini banyak menyesatkan pikiran orang dengan menganggap bahwa duniawi adalah hina. dan akhirnya dia tidak mau lagi bersungguh sungguh dalam bekerja. saya juga sering mendengar pengajian di kampung kampung tentang hinanya dunia ini dimana kita perlu meninggalkannya dengan tidak bekerja.

Menurut saya jelas tidak mungkin islam ini menyuruh umatnya untuk meninggalkan duniawi sedangkan dia masih hidup di dunia. Kecuali kalau sudah tidak hidup di dunia lagi. Selama kita hidup di dunia pasti kita punya kewajiban untuk mencari dunia. Untuk itu kita harus menemukan titik temu antara dunia dan akhirat ini. Sehingga apa yang kita perbuat dapat menjadi amal akhirat kita. Titik temu ini harus di dapatkan, yang ditandai dengan kebahagiaan ketika bekerja, semangat dalam bekerja dan merasakan bahagia karena pekerjaannya adalah ibadah.

Teknik untuk menyelaraskan ini terletak pada keihlasan kita menjalankan pekerjaan kita karena Allah. Ketika titip temu yaitu ihlas karena Allah maka bekerjalah siang dan malam pahalanya akan sama dengan orang yang sholat siang dan malam, wirid siang dan malam. Sebab dalam keihlasan ini mengandung suatu makna ibadah yang diterima Allah.

teknik selanjutnya adalah menganggap bahwa pekerjaan adalah perintah dari Allah SWT. kalau saya mengajar atau menulis di blog ini lalu mendapatkan uang, maka yang menjadi tujuan saya bukanlah uang namun mengajar atau menulis di blog ini adalah perintah Allah SWT. Perintah Allah ini tentunya ibadah, atau bahkan lebih tinggi status dari pada ibadah, karena kemanfaatannya bukan untuk diri saya sendiri tapi juga untuk orang lain.

Teknik selanjutnya adalah anda tinggal menjalankan apa apa yang menjadi perintah Allah tanpa banyak berpikir. Menulis ya menulis, mengajar ya mengajar, merawat pasien ya merawat pasien, tidak perlu banyak berpikir. lakukan dan lakukan saja. Menjalankan dengan berpikir lebih cerdas menjalankan, orang yang spiritual quotient tinggi cenderung menjalankan apa apa yang sudah diyakini benar, orang seperti ini lebih cerdas dengan orang yang berfikir tanpa melakujkan apa apa, sudah yakin dengan sesuatu pekerjaan tapi terus saja dia pikirkan.

JIka resep saya ini dijalankan dengan benar maka rejeki itu akan datang kepada kita. Sebab barang siapa yang bekerja dunia untuk akhiratnya maka dunia akan mengejarnya. jadi jadikan pekerjaan kita sebagai ibadah sampai hati kita merasa KLIK. ya pekerjaan saya adalah ibadah saya.

_________________________________________________________________________

jika artikel ini bermanfaat .. sebarkan artikel ini atau donasi ke yayasan Solo Spirit Islam

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *