Merayakan Tahun Baru 2021

Menyambut tahun baru ? tahun baru ? kenapa harus di rayakan , setiap hari kita sudah merayakan hari baru, ya merayakannya cukup dengan alhamdulillahi ladzi ahyana ba’dama amatana …., apakah beda tahun baru dengan hari baru? ya bagi saya sama saja tahun baru dengan hari baru. Tahun baru  saya ya sama, saya isi dengan alhamdulilahiladzi ahyana bakdama amatana ..

Merayakan sebuah kebahagiaan yang di paksakan dengan berbagai rekayasa yang membuat eforia. ketika melihat hiruk pikuk di jalan, ketika mendengar petasan, ketika mendengar terompet ketika di dengung dengungkan dengan ucapan selamat tahun baru dengan berbagai gambar dan stiker… Semua dipaksa gembira. Bagaimana gembira dipaksakan ya karena sebenarnya tidak gembira. klaau mau jujur pandemi belum usai, ekonomi juga terdampak, ada rasa cemas dan khawatir jika tertular. Gembira karena tahun  baru bukan gembira yang asli, bukan gembira yang datang dari dalam , tapi hanya rekayasa agar terjadi eforia . Eforia yang tidak ada amanah apapun di dalamnya. Merayakan tahun baru tidak ada amanah yang diberikan kepada Allah untuk kita lihat tanda tanda dikerjakan

One Reply to “Merayakan Tahun Baru 2021”

  1. Betul sekali, tidak perlu ada eforia penyambutan tahun baru yg sama sekali tidak ada faedahnya. Dan inilah yg mungkin ingin Allah sampaikan, Allah sedang menyampaikan pesan dan pengakuannya. Se-isi bumi di galaukan dengan virus yg tak kasat mata Ciptaan Allah. Bagi yg memiliki kepekaan hati akan lebih mendekatkan diri, bagi sebagian yg lain menganggap ini adalah bencana. Semoga kita dihindarkan dari segala penyakit. Aamiin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.