ketika kita membaca sebuah artkel kemudian di akhir tulisan tertulis, kami yang dhoif, dari al faqir, dari yang jahil dst, ungkapan ini adalah ungkapan merendahkan diri agar dirinya dianggap sebagai seorang yang tawadhu. Tawadhu yang di pamerkan ini namanya kesombongan, karena kebaikan yang di pamer pamerkan. Dia berusaha memaksa orang untuk menganggap dirinya adalah orang yang baik, adalah orang yang tawadhu.

Padahal orang kalaupun tidak disebutkan dari yang faqir, dari yang dhoif, orang juga tidak mengaggap dianya orang yang faqir dhoif atau jahil. Ini adalah suatu kerendahan yang bermaksud menyombongkan diri.

lebih baik kalau bermaksud merendahkan diri, muatan tulisanya dengan mengganti dirinya dengan dia atau si fulan. jadi secara konten menunjukkan rendah diri tanpa menyebut dirinya itu rendah diri.