Nafas kita dapat kita jadikan pengingat untuk kembali dan menduduki wilayah spiritual yang terakhir kita alami. mengambil nafas dapat kita gunakan untuk memasuki wilayah spiritual kita yang terakhir secara instan (instan spiritual state) . Mengambil nafas seperti kita kesedot ke wilayah terakhir spiritual kita. kemudian mengeluarkan nafas dapat kita gunakan untuk menyelami, merasakan, atau berhenti menikmati keadaan spiritual tersebut. kemudian mengambil nafas lagi kita gunakan untuk perjalanan memasuki wilayah yang lebih dalam lagi kemudian mengeluarkan nafas kita menduduki wilayah tersebut , menikmati dan menerima pelajaran dari Allah (jika ada).

kadang kita lupa untuk berada pada “spiritual state” kita yang terakhir maka cara diatas sangat baik dan instanly agar kita dapat dengan mudah kembali sadar kepada Allah. gunakan cara diatas sesering mungkin terlebih ketika sibuk dengan pekerjaan kita lalu kita lupa, gunakan nafas sebagai pangingat atau anchoring.

cara dzikir dengan nafas ini selain murah (tidak perlu beli tasbih) juga praktis (karena setiap saat kita bernafas). sehingga bagi para pecinta Tuhan sangat bagus dan sesuai untuk menterapkan metode ini. anda dapat menggunakan dzikir nafas ini dalam keadaan apapun. dalam keadaan mengetik atau menulis (seperti pada saya saat ini), ketika berjalan, ketiak bekerja, ketika mengendarai mobil atau motor. dan bahkan ketika anda berhubungan intim dengan pasangan anda ternyata dzikir nafas ini dapat meningkatkan tingkat relaksasi dan konsentrasi sehingga anda akan bertahan lebih lama.

dzikir ini sebenarnya tidak baru karena para kyai yang ingin menjaga terus kesadaranya kepada Allah selalu menggunakan dzikri nafas ini. cuma saja beliau beliau ini tidak pernah menyebarluaskan ilmu ini karena biasanya orang orang yang fidh minded tidak akan bisa menerima, dan menganggapnya bidah atau sesat. tapi bagi saya, cara mulia yang dilakukan para wali danpara kyai ini harus saya sebarkan jangan sampai nanti hilang atau tidak ada yang mengamalkan. biarlah dikakatan sesat dan bidah (itu menurut pandangan orang yang fiqh minded) yang jelas kita mengikuti perintah rasulullah untuk selalu sadar Allah dimanapun, kapanpun dan dalam kondisi apapun. dari pada gemar menyesatkan dan membidahkan tapi hatinya lalai kepada Allah?!!! okelah tidak perlu diperpanjang mari kita sama sama untuk kembali kepada dan sadar Allah. Allah meridloi.