setalah manusia terbentuk dari tanah dan ditiupkan Ruh maka setelah berada 9 bulan 10 hari maka lahirlah ke dunia sosok manusia yang suci dan ummi ….. yang tidak tahu siapa dirinya, yang fitrah… tidak ada nafs dalam dirinya, semua perilakunya berdasarkan naluriah bukan dari keinginan.

lambat laun dia tahu siapa dirinya…. dari sinilah munculnya nafs yaitu “dirinya” ketika dia tahu tentang kebaradaan dirinya maka NAFS ini pun berkembang. Munculnya nafs ini tidak terlepas dari peran serta orang tuanya dan lingkungan disekitarnya yang memberi nama kepada dia, yang menegaskan jenis kelamin dia, yang mengenalkan ini orang tuamu, ini rumahmu dan pelajaran berarti dalam perkembangan nafs adalah ini MILKIKMU.

maka unsur manusia yang awalnya dari tanah dan Ruh tambah satu lagi yaitu nafs (diri). nafs ini lah yang mengaku menjadi aku, yang menyatakan bahwa aku itu ada, yang merasa dirinya adalah aku.

jadi , sebenarnya awalnya nafs itu tidak ada, dia ada karena mengaku dirinya ada, nah dalam perjalanan hidup manusia seharusnya yang awalnya tidak ada kemudian ada seharusnya ditiadakan lagi. kalau masih ada padahal kita sudah dinyatakan mati artinya unsur tanah kembali ke tanah dan unsur Ruh kembali ke Allah maka jika nafs masih ada maka akan terjadi siksaan yang amat pedih. namun jika nafs kembali tiada dengan jalan melenyapkan diri bersama sama dengan ruh maka tidak akan merasakan siksaan.

inilah hakikat sangkan paraning dumadi yaitu awal nya tidak ada ya harus segera kita tiadakan…..