nafas ku adalah kehidupan ku

tarikan nafas yang keluar dan masuk seperti terleewatkan begitu saja, namun jika kita perhatikan dengan seksama .. seperti ada paksaan bahwa nafas itu dikeluarkan dan nafas itu dimasukkan. ada yang berkehendak terhadap nafas saya yaitu yang memasukan dan yang mengeluarkan.
di yang memasukkan seolah menarik kesadaran ruhani ku untuk kaluar menuju sang khalik tapi setelah nafas itu keluar seperti menyuruhku untuk kembali ke bumi memakmurkan alam semesta ini.
inilah kehidupanku, aku sebagai purwanto yang diberi hidup dengan nafas yang keluar masuk ini. bagaimana jika nafas ini berhenti .. ya sepeti pak mantan presiden suharto saat ini yang wwafat dan dimakamkan hari ini di giribangun. suharto sudah dicabut kehidupannya yang merupakan kiamat bagi dirinya sendiri. aku sekarang masih diberi hidup, aku masih bisa menulis harian blog ku ini, aku masih melihat terbitya matahari… aku pun mash diberi kesempatan oleh allah taala untuk bertobat, menyembah, memuja kepada Allah SWT.

6 thoughts on “nafas ku adalah kehidupan ku
  1. Assl,Bapak Setiyo Purwanto aka DenMas Pur, Pak saya punya ide untuk membuat suatu syair atau lirik lagu dijadikan treatment untuk meningkatkan motivasi,atau treatment untuk mencapai eksistensi pemaknaan hidup manusia, kira2 realisasinya sejauh mana?dan kecenderungan berhasil dan mampu “dijual” kemasyarakat sejauh mana?untuk eksperimentnya atau uji cobanya enaknya pake tekhnis yang bagaimana ya pak?!
    thank you very much…pernah ku melihat bintang senyuman hiasi sang malam,yang berkilau bagai permata menghibur yang lelah jiwanya,yang sedih hatinya…..
    wassl

  2. Jika dirimu memahami zikir nafas, maka perkara pertama yang mesti engkau lakukan ialah mengosongkan wadahmu daripada metodi metodi yang telah engkau pelajari sebelum ini agar tidak terjadi kecaluran, kebingungan dan gendala yang menjadi penghalang untukmu menemui dan menyaksikan Nya.

  3. Hampir 30 tahun saya mencari makna “BARANG SIAPA MENGENAL DIRINYA MAKA MENGENAL AKAN TUHANNYA” dan “BARANG SIAPA MENGENAL TUHANNYA MAKA BINASA DIRINYA”. Kedua dua ungkapan ini tertulis dalam kitab tua iaitu kitab Kamarul Huda dan kitab Najmul Huda yang diajar oleh guru guru tasawwuf yang pernah mengajarku.
    Alhandulillah, barulah saya faham pada minggu ini(2,3 dan 4 Disember 2019) menerusi tunjuk ajar Pak Pur..
    Terima kasih yang amat bernilai untuk guruku, Pak Pur, moga sentiasa mendapat pertolongan Allah dalam usaha membimbing mereka yang ingin mengenali akqn Tuhannya.

Leave a Reply to Setiyo Purwanto Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.