nafas sebagai anchor

setiap perjalanan spiritual selalu ada eksperience atau pengalaman, kalau orang sufi menyebutnya dengan HAL, keadaan ini harus kita manfaatkan agar kita dapat memasukinya dengan mudah, tanpa harus memulainya dari awal lagi. cara singkatnya begini: ketika kita patrap kemudian kita mulai meninggalkan tubuh kita dan menuju ke Allah maka beberapa saat kemudian kita akan merasakan keadaan yang berbeda dari sekian waktu sebelumnya, atau kita merasakan ada pelajaran yang masuk ketika itu pula kita ingat ingat benar suasana sambil kita menyambungkannya dengan keluar masuknya nafas. cobalah dan ulangilah beberapa kali sehingga kita benar benar nafas kita bisa terkoneksi (asosiasi) dengan wilayah spiritual terakhir kita.

dalam keseharian kita tinggal menggunakan nafas kita untuk memasuki wilayah spiritual kita yang terakhir. nafas ini seperti pengingat atau anchor untuk memudahkan kita masuk kedalam memory suasana hati yang kita rasakan pada saat berada di wilayah spiritual kita yang terakhir.

ingat bahwa setiap perjalanan spiritual akan membawa suasana tersendiri, ketika dapat segera lakukan anchoring nafas yaitu dengan mengasosiasikan dengan nafas kita, setiap dapat anchoring, setiap dapat anchoring, sehingga progress spiritual kita akan lebih cepat.

6 Comments

  1. dhank abu faqir 02/01/2012
    • Setiyo 03/01/2012
  2. Mohd Sarif Attip 07/01/2012
    • Setiyo 10/01/2012
  3. gopung 09/01/2012
  4. Mohd Sarif Attip 10/01/2012

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.