Nafs yang merasa tiada

awalnya nafs merasa dirinya tiada, karena lingkungan dengan pemberian nama terhadap jasad, maka lama lama muncullah nafs yang sebenarnya tiada, maka nafs tersebut melakukan suatu tindakan “mengaku ada”. munculnya yang mengaku ada ini lah maka syetan pun melancarkan serangan serangan godaannya. dia syetan laknat menggoda manusia melalui nafs yang mengaku ada.

maka dalam beribadah dan semua tujuan ibadah salah satunya adalah untuk mengembalikan yang mengaku ada tersebut untuk kembali menjadi “merasa tiada’. baik sholah yang bertujuan untuk wa annahum ilaihi rojiun… puasa yang idul fitri… dan haji yang menggunakan pakaian ihram.

ketika nafs ini sudah merasa tiada, maka syetanpun kebingungan karena tidak ada lagi yang di goda dan nafs pun menjadi nafs yang muthmainnah, sebuah maqom tertinggi dari nafs, yang mendapat penghargaan dari allah untuk masuk surganya allah.

kesempatan terakhir adalah ketika kita sakaratul maut, pada saat itu kita diberi kesempatan untuk menghilangkan ego atau nafs ini sehingga khusnul khatimah. kesempatan terkhir itu adalah ketika malaikat izroil mencabut ruh ┬ádan nafs dengan suka rela mengikutinya untuk kembali kepada Allah. ketika ruh melesat kembali kepada Allah, maka nafs pun lenyap seketika. tapi sebaliknya jika nafs tidak mau mengikuti ruh yang sedang diambil Malaikat izroil dan malah mengikuti jasad maka yang terjadi adalah “masih adanya nafs yang mengaku ada” tadi padahal dia harus kembali merasa tiada. maka yang terjadi adalah siksaan yang amat pedih bagi nafs di alam barzakh karena gagal menghilangkan diri di kesempatan terakhir kegagalan itulah yang dinamakan dengan suul khatimah naudzubillah mindzalik.

semoga Allah meridloi kita untuk menghilangkan “rasa ada” dari nafs kita sehingga kita mendapatkan jiwa yang tenang meski kematian masih lama menunggu kita. amiin ya rabbal alamin

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

2 thoughts on “Nafs yang merasa tiada

  1. pernah saya tanyakan disini.badan saya seakan terpisah jadi dua,yg satu diam tidur dan satu lagi yg sadar bergerak keluar dari jasad,sambil melihat jasad,ketika,hampir keluar semua ada ketakutan “takut mati jika aku keluar dari jasadku,.maka saya kembali ke jasad ,.dan termenung tak tau apa yg sedang terjadi,.?,.,jadi baiknya gimana ya pak,,,.?maunya khusnul khotimah tapi kok takut mati takut rasa ada ini hilang ,.,.selanjutnya ,,,..???

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *