nasib dibuat manusia sendiri

semua kejadian, semua yang ada, semua keadaan sudah ada aturannya yaitu sunatullah. orang makan akan kenyang, orang minum hilang hausnya, … batu kita lempar ke atas akan jatuh kebawah… dan semuanya…

semua sudah ada aturannya. sekarang kita tinggal memilih mau lapar apa mau kenyang, mau haus atau tidak haus. apapun yang kita pilih semua sudah ada ketentuanya, sudah ada konsekwensinya. kita memilih makan ketika lapar maka konsekwensinya adalah kenyang, kita memilih minum ketika haus maka konsekwensinya adalah hilangnya rasa dahaga.

begitu juga nasib… mau memilih malas atau semangat… ada konsekwesinya. kalau malas kita tidak mendapatkan rejeki kalau semangat kita akan mendapatkan rejeki. jadi nasib kita yang buat atas ketentuan atau aturan dari Allah.

hakikat takdir bukanlah, kita lapar…, bukanlah kita miskin….hakikat takdir adalah ketentuan Allah yaitu jika makan kenyang, jika rajin bekerja akan kaya, jika sakit , berobat maka sakitnya sembuh… itulah takdir atau garis ketentuan Allah.

sekarang mari kita memilih… memilih yang baik… kita ingin kaya berarti kita memilih rajin bekerja, memilih bahagia hidup maka kita memilih untuk beriman dari pada tidak beriman. jadi hidup adalah pilihan dan Allah lah yang akan mengatur akibat dari pilihan tersebut.