Olah jiwanya jiwa

KIta pernah menghadapi masalah dan hati kita terasa lemah, merasa tidak kuat, dan merasa diri tidak mampu? jika ya berarti jiwa kita kurang olah jiwa. Jiwa juga memerlukan olah jiwa sehingga ketika menghadapi suatu masalah baik yang berat atau yang ringan jiwa kita sudah siap untuk menghadapiya dengan keadaan jiwa yang tenang dan kuat. Olah jiwa ini seperti halnya dengan olah raga (olah jasad) harus dilakukan dengan rutin dan terus menerus. Dengan melakukan terus menerus ini ibarat otot semakin kuat dan semakin kuat. jadi ketika kita menghadapi suatu masalah maka otot otot jiwa kita sudah siap untuk menghadapi semua masalah.

Jiwa yang lemah akan dapat menyebabkan kita mudah stress dan jika stress berkepanjangan maka akan menyebabkan depresi. depresi yang berkepanjangan akan menyebabkan neurotik dan jika neurotik berkepanjangan akan menyebabkan gila (psikotik). jadi awal dari gila adalah lemahnya jiwa kita.

bagaimana oleh jiwa itu. olah jiwa adalah bagaimana kita menggunakan jiwa kita untuk kuat dalam satu sikap positif  misalnya, latihannya kita berdiri diam, diam dengan lama tanpa bergerak sedikitpun. nah berdiri lama tanpa bergerak ini akan menyebabkan jiwa kita berontak (jika belum terbiasa) rasa jiwa ingin menggerakkan dan jika kita tahan maka jiwa akan semakin berontak nah disinilah latihan jiwa kita lakukan yaitu tetap pada posisi diam. Posisi diam inilah yang akan menyebabkan kita terpaksa sabar, atau kita dipaksa sabar oleh diri kita. latihan ini akan memberikan efek psikologis yang mendalam dalam jiwa kita. cobalah kita berdiri diam dari waktu yang singkat yaitu 15 menit ingat tidak boleh bergerak sedikitpun, yang bergerak hanya nafas kita. jika 15 menit ok maka tingkatkan menjadi 30 menit lalu 45 menit dan seterusnya.

Kalau berdiri berhasil latihlah dengan rukuk lama, karena dukuk ini posisi stretching maka saya sarankan lakukan sesuai kemampuan , mulailah dari 5 menit, lalu ditambah 10 menit dan seterusnya. posisi rukuk ini akan membuat otot kita mengalami peregangan atau stretching sehingga akan sakit di beberapa tempat. sikap rukuk ini jika dilakukan dengan rutin akan menyebabkan jiwa kita kuat dalam menghadapi masalah, dan mengurangi sikap mengeluh.

Lakukan posisi rukuk ini diiringi dengan sikap hormat kepada Allah atau iringi dengan ketundukan kepada Allah. olah jiwanya hormat dan tunduk ini sangat berpengaruh pada jiwa. hal ini akan dapat melatih sabar, melatih ihlas dan fungsi jiwa lainnya untuk lebih kuat. Yang diperlukan dalam latihan rukuk ini selain tubuh harus siap sakit, juga jiwa kita harus terus menerus berada dalam kedaaan tunduk. Kalau perlu pindahkan diri kita dari fokus tubuh beralih ke fokus jiwa. beralih dari tubuh yang rukuk beralih ke jiwa yang tunduk. Nah inilah inti dari pada olah jiwanya jiwa yaitu kita mampu bertahan pada kedaan jiwa tertentu.

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

2 thoughts on “Olah jiwanya jiwa

  1. Alhamdulillah,
    terima kasih pencerahannya Ustaz.kadangkala jiwa kuat kadangkala lemah.Perlu sentiasa istiqomah latihannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>