ono rego ono rupo

sekarang ini orang dipusingkan dengan sekolah yang mahal.. bahkan sekolah islampun tidak kalah mahalnya bahkan lebih mahal… istilah ono rego ono rupo ya artinya bahwa segala sesauatu tergantung dari harganya, bila murah ya kualitas tidak dijamin. sekolah memang butuh biaya dan saya kira sekolah mahal pun asal ada alasan yang jelas misalnya tentang kualitas guru, fasilitas yang disediakan dan lain sebagainya maka itu menjadi harga yang murah, tapi kalau sekolah murah namun kualitas gurunya di pertanyakan, fasilitas minim maka bisa jadi mahal. sebenarnya ono rego ono rupo ini tidak terjadi di dunia pendidikan saja namun juga di dunia bisnis lainnya, maka kita perlu hati hati dalam membeli sesuatu terutama jika harga nominalnya murah.. karena bisa dipastikan kualitas barangnya tidak begitu bagus, kecuali untuk kondisi khusus.

pelaithan sholat yang mahal, ya kembali lagi ono rego ono rupo… jika yang nglatih sholat saya kok narik biaya per orang 100.000 ya kemahalan karena kualitas saya jauh dari sempurna, namun jika Ust Abu sangkan yang nglatih dengan biaya 1.000.000 kemudian di hotel dengan failitas yang memadai. 2 hari lagi maka itu akan sangat murah sekali.

ono rego ono rupo …

kembali ke masalah sekolah.. kita lihat sekolah sekolah yang mahal dia berani njamin muridnya untuk sukses dalam bidang ilu pengetahuan, tapi yang biaya murah tidak berani jamin karena memang fasilitas tidak memadai.contoh  paling konkrit adalah  ponpes modern dan ponpes tradisional… out put dari kedua model  intitusi pendidikan  ini sangat jauh berbeda.  jarang  sekali  dari ponpes tradisonal  mampu bersaing  dalam kancah modernitas penguasaan bahasa  dan teknologi sangat ketinggalan.

nah ono rego ono rupo kali ini menyadarkan tentang penting arti pendidikan bagi anak anak kita masihkah kita percaya kepada dunia pendidikan yang tidak berani njamin masa depan anak? jika masih meragukan silahkan kita buang waktu, uang dan tenaga … kata iklan .. untuk anak kok coba coba… maka jangan liat mahalnya tapi coba lihat kualitasnya…

0 thoughts on “ono rego ono rupo

  1. Memang mas Pur… kebiasaan kita dalam melihat kualitas suatu produk tertentu, terkadang hanya melihat dari sisi rego dan rupo nya saja atau “ono rego ono rupo” dan itulah faktanya.

    Namun demikian di dalam mengukur dan membandingkan sebuah produk berkualitas atau tidak, sebaiknya gunakan produk yang sejenis dan sederajat, agar fair dan objektif hasilnya.

    Dan untuk sebuah pelatihan terkait ada baiknya isu yang diangkat bukan lagi seperti diatas, tetapi harus lebih tinggi dari itu. Karena memang, setiap sesuatu itu pasti ada tempatnya. “Ono rogo ono sukmo”, rogonya merasakan dan sukmo nya sadar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *