relaksasi dalam pelatihan sholat

relaksasi memegang peranan penting dalam melatih seseorang untuk tumakninah, dari relaksasi inilah jiwa seseorang dengan mudah dapat diajak untuk berlari menuju allah.

relaks sama dengan kendor atau santai jadi latihlah peserta agar paham betul bagaimana kendor yang sebenarnya baru setelah itu dipraktekan dalam gerakan gerakan sholat dan kemudian baru digabungkan dengan gerak jiwa.

ajaklah peserta untuk duduk relaks rasakan seluruh ototnya kemudian kencangkan lalu kendorkan , hal ini mirip dengan latihan relaksasi progresif (progressive relaxation) dimana seseorang dilatih untuk mengencangkan dan mengendorkan secara bergantian dari kaki hingga kepala. tujuan latihan ini adalah untuk memahamkan peserta dan untuk mengajak peserta untuk betul betul dalam kondisi yang relaks selain juga agar peserta dapat membedakan antara tegang dan relaks.

jadi untuk sesi tumakninah perlu dimasukkan metode latihan relaksasi progresif hingga benar benar peserta merasakan manfaat dari relaksasi yaitu sebagai penghilang stress. ini juga untuk pembuktian tentang hadis rasulullah bahwa sholat merupakan tempat istirahat yaitu kondisi yang sangat relaks.

pelatihan sholat khusyu bersama ustadzah gontor 3

pelatihan ini dilaksnakan sabtu kemarintanggal 16 juni 2007, peserta ada sekitar 60 ustadzah dilingkungan ponpes gontor 3 Ngawi. materi yang disajikan yaitu paradigma sholat dan tumakninah.

peserta cukup antusias selama mengikuti pelatihan karena mereka diajak untuk interaktif selama pelatihan dan mempraktekan secara langsung bagaimana sholat dengan tumakninah yang benar.

diharapkan dengan pelatihan ini peserta mampu menjalankan sholat khusyu dengan tumakninah yang benar dan dapat menularkan ke para santri dilingkungan merekan serta nantinya dapat menularkan ilmunya ke masyarakat umum.

rencana pelatihan ini akan berlanjut minggu depan dengan materi silatun dan niat.

rombongan shalat center solo ada sekitar 15 orang dengan 3 mobil. asik juga rasanya  bisa bersama sama mengisi pelatihan. rombongan selama di sana mendapatkan sambutan yang cukup baik dari para ustad dan para ustadzah selain makanan yang berlimpah dan cukup mewah.

rombongan dari solo antara lain pak dan bu sulchan, mbak oki puspo nugroho, bu asyiah,  mas ari, bu atik, mbak nu, bu lilik hadad alwi, bu fetum, bu delia, bu nurul.

yang menarik dari pelaithan ini adalah sikap terbuka dari pondok pesastren gontor yang mau membuka diri sharing dengan kami yang nota bene bukan ustad. karena biasanya (maaf) sikap pondok pesantren memiliki ego keilmuan yang tinggi apalagi maasalah keagaaman terutama sholat mereka lebih merasa mampu dan merasa bisa. tapi ponpes gontor memang lain sikap yang terbuka ini mudah mudahan menjadi ujung tombak ilmuwan muslim masa depan.

Hati hati mempelajari ilmu hakikat makrifat

ilmu ini memang sekarang tergolong langka, jarang sekali ada seorang guru yang mau mengajarkan ilmu ini kepada khalayak umum. selain juga sedikit orang yang memiliki kelebihan ilmu ini. saking langkanya ilmu ini maka banyak orang mencari dan akhirnya tersesat. semula mengira bahwa ia akan mengajarkan ilmu hakikat makrifat ternyata mengajarkan yang bukan itu dan bahkan mengajarkan kesyirikan.

buku buku yang membahas ilmu tersebut memang sudah banyak beredar namun hal itu tidak dapat digunakan untuk pegangan dalam mempelajari ilmu ini. ilmu ini adalah wilayah pengalaman sehingga harus diajarkan oleh seorang guru yang memiliki pengalaman tentang hal tersebut. jadi hati hati lah … mempelajari ilmu ini….cek dan ricek lah untuk memilih guru, kyai, syech..dst, kalau perlu test guru tersebut benar benar sudah makrifat tidak atau hanya sekedar berilmu saja belum mengamalkan.

kadang orang terkesan dengan kehebatan atau kesaktian yang dimiliki guru tersebut, dikiranya kesaktian dan kehebatan itu tanda bahwa dia oarag suci. kita malah justru hati hati dengan seorang guru yang sering menceritakan kehebatan kehebatannya, bisa inilah bisa itulah, ketemu sama inilah ketemu sama itulah. guru yang demikian berarti ilmunya ketauhidannya belum sempurna karena masih ada aku , istilahnya belum zero mind.

guru yang benar benar sakti adalah guru yang sudah tidak mengunggulkan keakuannya, karena makrifatnya dengan allah. bagaimana Guru tersebut mau mengajarkan ilmu makrifat sedangkan dia sendiri tidak mengamalkan ilmu makrifat yang dimiliki. makrifat bukanlah sekedar ilmu namun suatu perbuatan atau tindakan yaitu suatu kesadaran dengan sebenar benar sadar bahwa tidak ada tuhan selain allah.

bila anda betul betul tertarik untuk mempelajari ilmu yang satu ini maka kuatkan dulu syariatnya, yaitu dengan mengakui sepenuhnya bahwa apa yang disampaikan rasulullah dalam qur an dan hadits adalah benar. apa yang benar itulah yang benar dan apa yang salah itu adalah salah, jangan sampai ada hati yang ngganjel terkait dengan syariat yang ada. setelah  yakin akan syariat yang dipegang mulai lah berjalan artinya mengamalkan dengan keihlasan.. nanti nya akan ketemu dengan hakikat dan akhirnya akan makrifat. jadi sebenarnya Makrifat bukan ilmu namun suatu hasil amaliah. kalau makrifat di ilmukan jadinya malah membingungkan, bahkan ada yang lebih parah lagi ilmu makrifat diperdebatkan.

orang kalau sudah makrifat sama allah dia akan lebih banyak diam, sekali lagi makrifat adalah wilayah spiritual experience bahkan merupakan muara dari peaks experience. wilayah pengalaman tidak untuk didiskusikan tapi untuk di alami bersama. Seorang gurupun tidak mampu untuk memberikan kemampuan ini… hanya saja sang guru tersebut memberikan suatu metode …masalah makrifat atau tidak itu sangat tergantung dari Allah.

Allah lah yang akan memperkenalkan dirinya kepada hambanya yang dikehendaki untuk memakrifati Dia. semoga kita diberi kemudahan Allah untuk mengenal NYa… Amin ya rabbal alamin.