berniat dalam sholat

coba kita amati ketika kita menggelngkan kepala …. untuk menyatakan tidak mau… amati baik baik..

1. lebih dulu mana ? tidak maunya, atau geleng geleng keplanya?

2. amati juga ini yang terpenting… berapa lama jarak waktu nya antara ‘tidak mau’ dengan geleng geleng kepala…

pemahaman ini sangat penting terkait dengan niat dalam bacaan dan gerakan sholat. untuk jawaban pertama mestinya kan lebih dulu ‘tidak maunya’ , inilah yang dinamakan niat, jadi geleng geleng kepala mengikuti bahasa jiwa ‘tidak mau’ geleng geleng kepala ini merupakan suatu perbuatan yang disengaja yaitu bahwa saya tidak mau.

berkaitan dengan jarak waktu nya pada pertanyaan kedua.. kalau kita amati maka hampir hampir antara tidak mau dan geleng kepala munculnya bersamaan.. hampir hampir tidak ada delay…. dikatakan hampir karena sebenarnya lebih dulu tidak maunya..dari pada geleng geleng kepala.. inilah niat yaitu sesuatu yang mengiringi perbuatan. kalau ada delay nya… dikatakan belum niat. misalnya niat minum…1 menit kemudian minum.. makadikatakan bahwa niat tersebut belumlah niat yang sebenarnya. niat yang sebenarnya adalah niat yang selalu dan selalu diiringi dengan perbuatan, atau disertai dengan perbuatan.

di dalam sholatpun demikian segala perbuatan sholat baik bacaan dan gerakan harus dengan niat. maka perlu sekali kita mempelajari dan memahami arti bacaan dan  gerakan

Bulan kebangkitan Ruh

perjuangan selama sebulan harus menghasilkan suatu kesadaran “ruh yang sadar” atau menyadari ruh…pada ramadhan di siang hari kita mematikan fisik tidak boleh makan tidak boleh minum dan tidak boleh berbuat sesuatu yang negatif… apa makna itu semua bahwa kita bukanlah fisik, kita bukanlah syahwat kita bukanlah hawa nafsu. disaat kita tidak boleh ini dan tidak boleh itu … pertanyaan kenapa disiang hari… jawaban nya adalah karena di siang kita harus aktif, harus bekerja, jadi jika harus bekerja lalu siapa yang bekerja sedangkan tubuh ini bukan kita… maka kenapa siang, jawabannya adalah agar kita lebih mudah dalam menemukan siapa kita. di saat kita haus dan lapar kita beraktivitas… maka sang ruh yang bekerja, inilah bulan pembangkitan ruhani. bulan suci tempat ruh bangkit. bukan di malam hari tapi di siang hari. jadi ini bulan kebangkitan ruh……

ibadahku menjalankan pekerjaan

apapun yang dilakukan sebaiknya memiliki goal .. atau tujuan, apa tujuan nya.. yaitu tujuan yang tiada batas..hingga mencapai tiadanya tujuan.. lho gimana maksudnya..
goal atau tujuan akan menentukan / memberikan kontribusi kepada kita seberapa jauh kekuatan kita dalam mencapai goal tersebut. goal yang terlalu pendek (mudah dicapai) dan goal yang terlalu sulit dicapai akan menimbulkan motivasi yang kecil. memilih goal harus pas … biasanya para motivator memberikan patokan 20 % dari hasil yang bisa kita capai.
membuat tujuan dalam bertindak pada satu sisi akan menimbulkan motivasi namun jika tidak hati hati akan menimbulkan efek beban sehingga menjadi stress. dan ini yang banyak terjadi.. bahkan sebagaian menganggap bahwa stress diperlukan dalam setiap menjalankan tujuan (mau maunya…stress) namun karena sudah di doktrin.. mereka menerima saja demi untuk mencapai target tertentu. paradigma stress dalam mencapai tujuan ini seharusnya dirubah, kasihan para korbannya.. coba kita lihat korban korban sudah ada.. terutama ibu rumah tangga yang bekerja dimana mereka harus memenuhi target perusahaan (stress) dsatu sisi mereka harus memenuhi kewajiban (target juga) di rumah sebagai ibu rumah tangga. saya sering mendengar orang bekerja di kantoran bisnis man dan saya kira kebanyakan orang bekerja dengan keadaan stress. bila ini berklanjutan maka dampaknya tidak hanya psikologis saja namun bisa ke fisik.. strooke, darah tinggi, jantung dll (biasanya penyakit yang dekat dengan keadaan stress), kemudian juga bisa berpengaruh pada lingkungan sosial.. (kejahatan, korupsi, dan lain sebagainya).
apa solusinya biar bekerja keras namun tidak stress… yang paling dasar adalah masalah tujuan atau niat.. niat yang terhenti pada satu objek akan mudah menjadikan stress karena dia terhenti dan terbentur. masutnya misalnya dia bekerja karena uang.. maka kepuasan uang ini kan terbatas. pake hukum ekonomi bahwa kebutuhan manusia tidak terbatas.. nah uang pada tahap tertentu akan menjadikan kejenuhan.. meski kita bisa melakukan apapun dengan uang .. maka pada keadaan tertentu kebebasan dengan uang ini akan menjadikan kita jenuh juga.
nah… jika demikian maka seharusnya kita adil dalam artian… bahwa yang materi tempatnya di materi yang psikis tempatnya ya di psikis. begini jika kita bekerja maka uang hanyalah sekedar imbalan saja atau efek samping saja.. jangan menjadi tujuan utama. imbalan yang akan kita terima dalam setiap bekerja harus jelas di awal… kemudian setelah ada kejelasan tentang imbalan atau gaji maka langkah selanjutnya adalah melihat bekerja dengan hati yang dan jiwa benar benar untuk memberikan kontribusi yang baik kepada orang lain (bermanfaat bagi orang lain), atau kalau mau lebih los lagi lihatlah Allah nya dalam bekerja.. jadi bekerja karena mewakili allah. bekerja pada keadaan ini, bekerja akan menjadi suatu bentuk ibadah.. karena tidak terganggu lagi dengan objek yang menghentikan jiwanya, bukan karena uang, bukan karena kedudukan, bukan karena apapun tapi bekerja karena allah. jadi job deskripsi yang diberikan bukan dari atasan namun hakikatnya adalah dari Allah. nah kalau sudah begini… kerja keras dijamin tidak bakal stress… selamat mencoba