Lurus ke Allah jangan belok ke pahala

Hati hati dengan penceramah agama yang membanjiri informasi dengan pahala pahala, sebab jika kita terlena bisa lupa tujuan ibadah itu sendiri. Dalam ayat iyyakana budu, sudah sangat jelas bahwa hanya kepada Engkau aku beribadah, jadi bukan karena pahala aku beribadah.  Kalau ibadah kita karena pahala maka kita telah menyalahi ayat iyyakana budu yang ada di surat al fatihah.

Ramadhan banyak ustad yang memotivasi jamaahnya dengan cara yang salah yaitu membelokkan jamaahnya dengan pahala. Tapi kesalahan ini sudah di anggap lumrah dan wajar, bahkan kalau ada yang memperingatkan bahwa cara itu salah, malah yang disalahkan, Persis tulisan saya ini, akan banyak yang tidak setuju dan justru menyalahkan saya, meski tidak berani menyalahkan surat al fatihah pada ayat:  iyyakana budu.

 

Persiapan menjelang ramadhan 2021 (2)

Sebelum memasuki ramadhan mari kita kenali diri kita. Sebenarnya siapa kita ini atau diri kita ini. apakah saya ini jasad? jiwa atau Ruh ?. kalau jasad kenapa dilarang makan, kalau Ruh  kita sendiri tidak akan dapat tahu seperti apa Ruh itu, karena kemampuan kita hanya sebatas Jiwa. Berarti kalau bukan Jasad berarti kita adalah jiwa ini.

Menjelang puasa ini mari kita menjadi mahluk jiwa  bukan mahluk jasad. Saya adalah yang sadar ini bukan yang berpikir atau yang merasa., apalagi yang lapar dan haus.

Semoga dengan mengenal siapa diri dan kita berpindah dari jasad ke jiwa ini puasa kita lebih khusyu.

Persiapan menjelang ramadhan 2021 (1)

Menjelang ramadhan ini mari kita tentukan amanah Allah yang sampai saat ini belum terselesaikan. Bulan ramadhan ini kita jadikan sebagai jalan untuk memohon petunjuk dan pertolongan Allah dalam menyelesaikan amanah amanah. Ada satu ibadah itikaf yang cocok sekali sebagai sarana mohon petunjuk Allah SWT.