bismillahi rahmani rahiim

islam adalah agama kasih sayang dan lebih dari agama yang lain, karena di setiap langkah dan perbuatannya di awali atau dimulai dengan mengatasnamakan kasih sayang allah. setiap langkah orang islam bertindak dengan mengakui kasih sayang allah sehingga dia bisa berbuat dan bertindak. ketika saya mengetik inipun ada kasih sayang allah dimana jari jari saya digerakkan oleh allah, dan pikiran saya di beri kemampuan untuk memikirkan.

dengan nama allah yang maha pengasih lagi maha penyayang

setiap langkah hakikatnya adalah bentuk kasih sayang allah. kasih sayang itu menerpa setiap benda , benda itu digerakkan diberinya kehidupan. termasuk diri kita merupakan wujud dan bentuk kasih sayang allah. pengakuan yang dalam akan melahirkan kesadaran dan kesadaran inilah landasan iman kita kepada allah. kita beriman bahwa tangan kita adalah wujud kasih sayangnya allah. pikiran adalah wujud kasih sayang allah. kasih sayang itu kita sadari akan mengalir dan akan membentuk suatu wujud yang nampak.

bismillahirahmani rahiim

terus dalam berkesadaran bahwa bukan saya menggerakkan tangan ini tapi allah yang dengan kasih sayang nya menerpa tangansaya sehingga bisa bergerak…

kesadaran ini membawa manfaat yang luar biasa.. setiap tindakan kita akan mendapatkan tuntunan allah karena pengakuan tadi. seperti dalam fatihah yang kita baca tunjukkan kami jalan yang lurus… dan dalam doa sholat dluha …. ada wa ismat ismatuka… ismat adalah tuntunan yang sangat jelas yang muncul dalam dorongan intuisi atau gerak yang tanpa pikir. dorongan itu muncul menggerakkan hati kita sehingga kita seperti diarahkan dan di dudukkan sedemikian rupa sehingga kita hanya mengikuti dan mengiuti dorongan yang muncul.

bismillahirrahmanirraiim

sebuah afirmasi positif tentang kasih sayang … kasih sayang adalah sesuatu yang kita kenal sejak kita bayi, bahasa kasih sayang itu pertama dikenalkan melalui orang tua kita ketika masih bayi, digendong, dipeluk, dicium itulah kasih sayang pertama kali kita hidup dan kasih sayang itu tersimpan dalam memori dan akan selalu terkoneksi dengan perasaan senang. ketika orang tua memberikan kasih sayangnya maka saat itu respon kita senang. rasa ini terus tersimpan dalam memori jangka panjang kita dan terus akan kita panggil dengan bismillahirrahmanniraahiim.

dampak yang paling nyata dari bahasa ini adalah kita menjadi orang yang mengasihi orang lain karena memori tadi kita munculkan.

…alhadulillah.. segala puji bagi allah…

Fana fii Abu Sangkan…

fana fii rasul….

the last….fana fiillah

peleburan persepsi diri menuju sang guru mursyid,….menuju uswatun hasanah (standar modelling) dan terakhir mencapai kesempurnaan hidup

pendidikan anak

dalam teori teori psikologi ataupun agama ternyata peneknan pada mendidik anak terutama pada awal usia 5 tahun pertama. namun beberapa pemahaman bahwa mendidik seolah olah kita mengerahkan, memerintah, menyuruh dan pengertian pengertian semacamnya, bahkan menghukum!??.

nah di blog ini saya memahami bahwa pendidikan ternyata penekanannya tidak itu semua bahwa orang tua bukanlah seperti penggembala kambing yang dengan membawa tngkat kemudian memukul atau mengarahkan dengan tongkatnya bila terjadi salah arah. menurut saya anak bukanlah kambing.

mendidik anak lebih ditekankan pada modelling atau contoh. mendidik berarti orang tua menjadi contoh. contoh ini bukan menyuruh, memukul dan lain sebaginya.

selain mencontoh hal lain adalah sambungan spiritual orang tua dengan allah karena inilah kekuatan untuk dapat mengaktifka ruhani anak. sehingga anak dapat dibina dan dididik dengan ruhnya, yang nantinya mengarahkan adalah ruhnya, yang nantinya menjaga adalah dengan ruhnya…. maka kekuatan spiritual orang tua harus selalu di bina.

KESIMPULAN ;ANAK TIDAK PERLUKITA DIDIK TAPI CUKUP KITA BERI TELADAN  YANG BAIK DARI LINGKUNGAN

Al Quran bukan tulisan arab

membaca quran mendapatkan pahala yang luar biasa …. bagaiaman kalau menjalankan tentunya akan mendapatkan pahala yang lebih besar. jadi lebih untung mana membaca atau menjalankan?… mesti pilih menjalankan…

di beberapa tempat kurang adanya kesadaran menjalankan quran .. mereka lebih senang berlama lama membaca quran…. salah kah??….jelas tidak… itu masih lebih baik.. tapi sekali lagi bahwa nilai menjalankan lebih baik dari pada sekedar membaca.

dibeberapa tempat .. malah bacaan sebagai tumpuan keyakinan akan berhasilnya suatu keinginan… bukan allah yang menjadi tumpuan tapi bacaannya… apa bisa? bisa asal yakin saja pasti bisa ….cuma keyakinannya bukan ke allah tapi ke kitab alqurannya yang dibaca ayat ini… surat ini.. sekian kali …. dan pada waktu ini…

larangan membaca tulisan quran……

larangan ini sempat disampaikan malaikat jibril kepada Rasulullah ketika menerima wahyu pertama … maa ana bi qori… aku tidak bisa baca… aku tidak bisa baca… malaikat pun mengulang ulang iqro iqro…. ternyata yang dimkasud membaca adalah bukan membaca tulisan tapi membaca tanda wahyu (ayat), itulah salah persepsi rasul ullah ketika menerima wahyu pertama kali …(lanjut insya allah)..

Allah di depan …tuntun saya ya allah

apapun tergantung dari bagaimana kesadaran kita, sadar atau tidak allah lah yang mengatur. tinggal kita sadarkan diri kita bahwa kita diatur allah maka .. kita pun akan bebas untuk meminta tuntunan yang baik. jika kita sadar maka kitapun akan dituntun ke hal yang tidak baik. baik atau tidak baik dari kita adalah allah yang menuntun, nah allah memberi fasilitas jika kita minta dituntun yang baik maka kita akan jadi baik. jadi kalau ingin sebagai orang baik kita harus meminta allah agar dibaikkan. jika kita dibaikkan maka kita akan jadi baik.

libatkan allah dalam setiap pekerjaan kita, setiap langkah kita, setiap berpikir kita dan setiap perasaan kita. wejangan pak haji ketika saya berangkat umrah…berbudaya dengan allah… artinya segala sesuatu melibatkan allah. mau ke masjid misalnya kita pamitan dulu kepada allah.

maka setiap langkah diawali dengan bismillah artinya kita melibtkan kasih sayang allah dalam setiap perilaku kita.

mereka berdesakan untuk mencium hajar aswad

ketika memanyaksikan hajar aswad diperebutkan sedemikian rupa, lebih dari memperebutkan makanan di tengah kelaparan. mereka berdesakan dan saling sikut sana sikut sini seolah olah itulah puncak kesuksesan menjalankan umrah ataupun hajji. sebuah perjuangan yang membutuhkan kekuatan fisik dan tentunya mental, jelas mental karena melihat pertama kali perjuangan jika mental kurang berani pasti langsung mengundurkan diri. mereka memperebutkan seolah tidak kenal  siapa samping kanan dan siapa samping kirinya yang penting diriku bisa kesana diriku bisa mencium dan harus bisa.. itulah kira kira bisikan hatinya sehingga menguatka hatinya untuk terus berjuang dan berjuang.

ketika aku thawaf akupun tidak menghiraukan perjuangan mereka, biarkan mereka berjuang sesuai versinya, aku berjuang sesuai versiku untuk selalu nyambung ke allah dan berusaha sekuat mungkin untuk memfanakan diri dengan thawaf. beberapa kali dalam tiap kesempatan thawaf mendekat hajar aswad akupun berniat untuk mencium dan aku berusaha untuk mendekat aku pasrah terserah allah apakah akan mengijinkan aku untuk mencium hajar aswad atau tidak tapi niat tetap aku pasang terus, kira kira hampir satu hasta aku pun terdesak keluar dan akupun rela sambil mengikuti dorongan dari kanan kiri sambil aku memberi isyarat mencium hajar aswad (cium jauh) dan …bismillahi allahu akbar….akupun melanjutkan thawaf untuk putaran berikutnya sambil terus berjuang selalu nyambung ke allah dan saadar bahwa aku dipanggil allah sehingga akupun rela diriku kuhadapkan allah….dan kakbah yang aku putari sebagai simbol arah ku menghadap. putaran demi putaran tetap aku niatkan untuk mencium hajar aswad sebagai itiba’ku kepada rasul.. namun aukupun didesak keluar lebih jauh dan akupun rela dan rela sambil memberi isyarat mencium seperti putaran yang sebelumnya saya lakukan.

selesai thawafpun aku minggir dan enjalankan shoat dua rekaat… akupun duduk di depan kakbah sambil meyaksikan saudara muslim dari berbagai negara sedang menjalankan thawaf.

masih terpikir olehku… tentang hajar aswad… ya allah …(batinku…) apakah seandainya rasulullah masih ada saat ini dan mengikuti thawaf apakah beliau juga ikut dalam desak2an untuk memperebutkan bisa mencium hajar aswad…(batinku…aku yakin jika rasulullah masih ada pasti akan mempersilahkan yang lain untuk bisa mencium dan pasti beliau rela mundur….) aku pun berpikir ulang … jika semua orang yang thawaf berkeras diri untuk bisa mencium dengan dalih rasulullah dulu juga demikian pasti akan terjadi …….alhamdulillah syukur alhamdulillah lebih banyak yang thawaf bisa memahami hakikat dari mencium hajar aswad ..cukup dengan niat yang disimbolkan dengan mencium jarak jauh… itupun sudahh cukup…alhamdulillah inilah jawaban…inti dari ajaran islam adalah hakikat…untuk bisa makrifat. fiqh hanya sarana dan beberapa hanya simbol untuk kita bisa masuk kedalam hakikat yang lebih dalam.

rasulullah sebagai uswatun hasanah

mencontoh rasul  tidak sekdar fisiknya namun lebih dalam dari itu yaitu niat, keinginan, kehendak, motivasi, atau unsur2 psikologis yang lain. konsep uswatun hasanah tidak hanya sekedar contoh materi namun lebih jauh dari itu  yaitu non materi. maka mengikuti jejak  rasulullah tanpa memamhami hakikat mengapa rasulullah berperilaku sama juga bohong, karena jika hanya sekedar fisiknya maka kita akan kesulitan membedakan mana yang budaya dan mana yang itu mencerminkan wahyu. sebagai contoh ketika rasulullah melarang jubah yang dipakai jangan menutupui mata kaki maka yang kita lihat adalah hakikatnya yaitu kita tidak diperbolehkan sombng karena pada saat itu jubah yang menutupi mata kaki berarti berlebih2an maka dilarang karena dapat menimbulka kesombongan. nah sekarang apakaah jika kita pakai ceelana kemudian menutup mata kaki masih dianggap sombong??? tentunya tidak, malah sebaliknya yang celananya diatas mata kakii lah yang sombong sebab akan menganggap dirinya yang lebiih baik dari yang lain, ….

intinya adalah contoh rasul adalah luar dalam. tidak separo paro.lebih jauh dari itu bahwa mencontoh rasulullah tidak sekedar modelling tai sudah identifikasi, sehingga benar benar jiwa rasulullah bernarbenar meresap mempengaruhi pikiran, perasaan, segenap jiwa, ruh dan lainnya. seingga benar benar kitalah cerminan jiwa rasulullah…. aminn