Jika Uang di depan mata

kadang rejeki tanpa kita duga sudah ada depan mata, tinggal kita raih dan dapat. Eiit nanti dulu, meski uang sudah ada didepn mata kita harus tahu amanah apa yang harus kita jalankan terkait dengan uang yang sudah di depan mata kita. Misalnya ada proyek dan kita mengajukan proposal 80 persen akan di terima? lalu apa yang akan kita lakukan? pertama kali kita harus memformulasikan amanah apa yang bisa kita jalankan. Ok … kita bisa mengatakan bahwa proyek yang ada didepan mata adalah amanah, jangan uangnya. Jadi proyek yang sudah ada uangnya ini adalah amanahnya, ingat fokus kepada proyeknya bukan uangnya. Formulasi ini penting agar apa yang akan kita kerjakan terarah.

Uang di depan mata … banyak yang terlena, tertipu dan kadang terhipnotis. Tidak sadar bahwa kita harus melakukan sesuatu karena amanah bukan karena uang.

Allah jadikan apa untuk kita

Kita harus memahami Allah jadikan apa kita untuk saat ini, ingat saat ini. kalau kita faham untuk apa kita diciptakan untuk saat ini maka identikan diri kita dengan apa yang Allah kehendaki pada diri kita. Jangan sampai apa yang kita berseberangan dengan Allah SWT. Mengidentikan diri dengan apa yang Allah kehendaki pada diri kita akan memudahkan hidup kita karena Allah akan menolong dan memudahkan.

Mengidentikan diri dengan kehendak Allah inilah yang sering menjadi wujud, bagi orang yang tidak percaya Allah maka dianggapnya bahwa apa yang kita bayangkan dan apa yang kita pikirkan akana terwujud. Ya watak orang kafir akan mengingkari apa yang sebenarnya Allah berikan. Ketika anda mengidentikan diri dengan apa yang Allah kehendaki pada diri kita maka seolah kita membayangkan padahal kita tidak membayangkan karena kita hanya berusaha untuk menyamakan apa yang Allah kehendaki.  Misalnya kita di kehendaki menjadi seorang pedagang yang dagangannya laris, maka ketika kita mendidentikan diri maka kita akan terbayangkan bagaimana Allah memberkan rejeki kepada kita melalui larisnya dagangan kita dan benar dagangan kit menjadi laris manis. Tapi sekali lagi ini tidak  bisa dibuat-buat jadi jangan berusaha membayang-bayangkan bahwa dagangan kita laris. Kita cukup  siap saja bahwa ita dikehendaki Allah untuk melayani para pelanggan yang banyak.

Mengidentikan diri ini agak pelik dan sulit bagaimana yang belum memahami, tapi dengan latihan sadar Allah dan mempelajari amanah Allah serta mempraktekan dalam kehidupan sehari hari maka akan faham dengan sendirinya.

 

Kita tidak bisa hidup sendiri

Kita tidak  bisa hidup sendiri, kekuatan hidup sendiri sangatlah berat. Ketika kita sendiri maka energi itu seolah habis dan kita kadang tidak bisa berbuat apa apa padahal jelas apa yang kita kerjakan atau amanah sudah ada di depan mata kita. Kita harus hidup berjamaah atau hidup bersama orang lain. Kalau anda seorang pedagang maka berkumpullah dengan sesama pedagang yang sama sama  amanah, maka akan ada semangat untuk menjalankan amanah perdagangan, jika anda seorang pelajar maka berkumpullah dengan orang orang yang dapat memberikan vibrasi semangat untuk belajar dan seterusnya.

Demikian pula jika kita pejalan menuju kepada Allah, jika kita mengandalkan kita berjalan sendiri maka kekuatannya akan sangat lemah dan mudah terbawa sikap malas. Sehingga saran saya ikutlah berkumpul dengan orang orang yang sama sama berjalan menuju kepada Allah. Ingat … tidak hanya di group di dunia maya, karena daya yang hanya online juga sangat lemah, sering seringlah bertemu tatap muka dengan kawan atau sahabat yang sama sama menuju kepada Allah.

Saya mengadakan pertemuan tiap 3 bulan di padepokan patrap adalah untuk  sama sama saling menguatkan. Jangan mentang mentang anda sudah sangat aktif di FB tapi tidak mau berkumpul sesama  kita yang sedang sama sama ke Allah karena keadaan saling memvibrasi ini sangat bermanfaat untuk perjalanan kita menuju kepada Allah. 3 Bulan sekali pertemua bagi saya tidak lah terlalu memberatkan. sekali ketemu dalam tiga bulan energi pertemuan dapat anda rasakan dampaknya dalam kehidupan. Perjumpaah membawa kekuatana dalam kehidupan kita dan jika kita memiliki kekuatan hidup maka segala hal yang kita perlukan dan kita butuhkan akan mudah kita dapatkan. Pertemuan 3 bulanan di padepokan patrap secara tidak langsung akan membawa keberuntungan tersendiri kepada anda, sebab memang kajian kajian di padepokan saya arahkan untuk keberuntungan dalam kehidupan.

Sekali lagi,mengikuti pertemuan 3 bulanan tidaklah merugikan anda , kalau tidak percaya anda boleh tanya kepada yang sudah pernah ikut.

Saya menulis ini karena merasakan benar manfaat pertemuan 3 bulanan ini. Jangan dikira saya tidak repot dengan pertemuan ini, saya harus menyediakan waktu lebih lama, materi pelatihan, dan lain sebagainya, demikianpun orang orang di sekitar saya;  istri, pak poyo, mas mul , om Rinto, Pak Wid d, mas beken dan jamaah di solo raya semua ikuti memikirkan sebulan sebelum pelaksanaan.

Kita tidak bisa berspiritual secara sendiri di kamar kita harus berinteraksi, dan bertemu. Diskusi di whatsapp atau di FB ketika sudah bertemu dengan orangnya maka ada suatu getaran yang akan sangat menguatkan untuk terus berjalan menuju kepada Allah dengan kekuatan penuh.

rugi kalau anda tidak datang, sebab fokus kajian spiritual di padepokan patrap sekarang ini adalah amanah. Amanah ini adalah kehidupan anda masing masing. Kalau anda tidak semangat kerja, Stress dengan diri anda dan keluarga maka saya sarankan untuk bergabung dalam acara besuk 23 dan 24 februari ini. Kita akan sama sama saling memvibrasi untuk berjalan menuju kepada Allah dan menjalankan amanah kehidupan yang sedang kita jalankan.

acara ini tidak di tarik biaya apapun, anda kami sidakan fasilitas makan selama di padepokan, tempat tidur seadanya, dan tentunya mendapakan materi pelatihan tentang dzikir nafas dan bagaimana menjalankan amanah Allah dengan penuh semangat berlandaskan motivasi spiritual yaitu motivasi berdasarkan keimanan dan keihsanan.  Semua fasilitas kami sediakan free untuk Hadirin. Kami sediakan juga sarana ber infak untuk sama sama gotong royong untuk lancarnya acara tersebut infak dapat di sampaikan kepada bendahara yayasan ke Pak Erwan dan untuk info pendaftaran bisa ke pak Widarto.

Ok selamat berjumpa siapkan diri kita untuk berjamaah menuju kepada Allah SWT

Bimbingan Allah itu sangat jelas kalau kita mau mendengarkan

coba anda menulis maka tulisan berikutnya akan sangat terasa bimbingannya, coba anda mulai menyapu lantai maka bimingan Allah untuk menyapu bagian yang kotor akan sangat jelas, coba kalau kita mulai mengendari mobil di jalan yang ramai maka bimbingan Allah akan sangat jelas, untuk belok kanan atau kiri, atau untuk mengerem atau meningkatkan kecepatan… ya mudahkan kan mengetahui bimbingan Allah, yang penting kita mau mendengarkan apa yang Allah sampaikan. Dan mendengarkan apa yang Alah sampaikan ini sangat mudah, semudah kalau kita menulis, semudah kalau kita mnyapu lantai, semudah kalau kita mengendarai mobil atau sepeda motor, atau lainnya.

Medengarkan ya mendengarkan dengan kesadaran. Kesadaran kita bisa melihat dan bisa mendengar, cukup dengan sadar Allah kemudian dengarkan, kemudian tentunya adalah menjalakan apa yang Allah sampaikan. Allah menyampaikan hal hal yang riil dan nyata jangan berpikir tentang dunia ghoib atau perintah yang aneh aneh. cukup dengan mendengar dan menajalankan (samikna wa athona) maka hidup kita akan berubah menjadi lebih baik, dan kita akan selalu dalam bimbingannya, dan kita akan membuktkan bahwa bimbingan Allah sangat dekat, pertolongan Allah sangat dekat.

biasakan untuk menggunakan kekuatan Allah

Hai MUhammad bukan engkaiu yang melempar tapi aku yang melempar. Itulah salah satu ayat al quran dimana Rasulullah diperintahkan Allah untuk menggunakan kekuatan Allah bukan kekuatan Nabiyullah MUhhamad SAW. Pengafirmasian kekuatan Allah ini lah yang akan kita pelajari diperemuan 3 bulanan di padpeokan patrap surakarta pada tanggal 23 dan 24 februari 2019.

menggunakan kekuatan Allah bukan kekuatan kita dapat memberikan kekuatan baru dalam diri kita. Dari yang paling sederhana minum misalnya, mengangkatnya tangan untuk memegang gelas kita sadari adalah kekuatan Allah, sampai pada aktivitas yang besar kita afirmasikan dengan kekuatan Allah.

sampai jumpa di gumpang 23 dan 24 febr

Tidak bergantung kepada manusia adalah amanah

Amanah adalah melakukan sesuatu dengan lebih baik, meskipun kita memiliki hak atas orang lain tapi jika kita ingin dapat menjalankan amanah dengan lebih baik maka  kita tidak tergantung dengan hak kita. Misalnya, kita memiliki pembantu rumah ya kita tidak tergantung dengan dia, kita bisa menyapu atau membersihkan lantai. Mislanya kita punya hak kepada anak kita untuk hormat kepada kita sebagai orang tua, kita tidak mengharapkannya tapi kita dapat melakukan penghormatan kepadanya atau ya tidak perlu mengharap harap anak kita hormat kepada kita, misalnya lagi dengan istri meski kita bisa minta dia membuatkan kopi tapi kita buat  sendiri.

Saya pernah diberi pesan oleh guru saya Ust Muhammad Muin, Allah yarham, Beliau berpesan lakukan sesuatu kebaikan melebihi apa yang seharusnya. Artinya kalau saya maknai sekarang ini ajaran guru saya ini mengajarkan untuk tidak bergantung kepada siapapun termasuk kepada orang yang seharusnya punya kewajiban kepada kita.

Tapi untuk melakukan amanah yang cara begini, akan memerlukan tingkat ego yang benar benar nol. Karena yang diharapkan hanya Allah. Akan berat seorang ayah tidak mengharapkan hormatnya anak kepadanya, akan berat bagi seorang suami ketika harus membuat teh panas sepulang kerja dari jauh dan hanya didiamkan oleh istrinya. Tapi disitulah ego akan mendapatkan pengujian, amanah atau tidak, egois atau tidak… Disinilah cinta kita kepada Allah akan diuji, dalam kesendirian menjalani hidup adalah hakikinya hidup. Hidup amanah adalah hidup memenuhi apa apa sendiri secara hakikat kita tidak mengharap apapun dari manusia termasuk hormatnya orang lain, termasuk cintanya , semua kita sandarkan kepada Allah bukan kepada manusia. Pada pelajaran kali ini bagi yang belum siap tidak perlu bertanya tanya atau bahkan menentang misalnya bagaimana mendidik anak agar hormat kepada orang tua, atau bagaimana mendidik istri agar berbakti kepada suami…… itu hanyalah omongan orang yang belum siap saja.

Siapkah kita hidup dengan hakikat makrifat ? kalau siap maka jadilah Siti Hajar yang hidup hanya bersandar kepada Allah ketika ditinggal suaminya Nabi Ibrahim. Kita praktekan buah dari dzikir nafas atau patrap, untuk menjalankan hidup sendiri bersama Allah , tapi ingat ini adalah hakikat jangan diterapkan dalam syariat kehidupan. jangan bodoh!!! seperti ini kalau anda sampaikan ke anak anak anda atau ke istri anda maka dia akan marah atau bahkan akan tidak hormat lagi kepada anda, karena ini adalah wilayah syariat. Artinya begini secara syariat anda harus tetap mendidik anak dan minta dibuatkan teh tapi secara hakikat kalau memang tidak dibuatkan ya buat sendiri, atau malah sebelum minta kita sudah buat sendiri karena istri memang mendiamkan tidak membuatkan. MIntalah dibuatkan teh kepada istri jika memang istri mau membuatkan, itu akan lebih baik. JIka istri tidak ada kemauan untuk membuatkan teh maka jangan minta , langsung saja buat sendiri.

ya semua kembali kepada Allah dalam menjalankan amanah amanahNya. AManah kita adalah untuk kita, kita kerjakan sendiri dan kita lakukan sendiri. Hidup hakikatnya adalah kesendirian ini lah gambaran akhirat kelak, tolong menolong hanya disini tugas kita mendoakan anak dan istri serta semuanya tapi tidak di akhirat kelak. So, jalankan syariat sebagai ayah sebagai suami sebagai guru sebagai murid, sebagai apapun tapi pada hakikatnya kita menjalankan amanah untuk kita sendiri.

hilangkan Ego agar tidak bernafsu

sumber nafsu adalah ego, sehingga ketikat kita dapat menghilangkan ego maka kita akan dapat melakukan sesuatu tanpa ego artinya tanpa nafsu. Nafsu adalah pekerjaan atau perbuatan yang melampaui apa yang seharusnya, jika kita melakukan apa yang seharusnya maka kita dikatakan melakuakn sesuai dengan fitrahnya. Lapar fitrahnya makan maka ketika sudah kenyang masih makan juga itu dinamakan dengan bernafsu.

menghilangkan ego adalah perkara yang mudah dan menyenangkan, cukup dengan latihan dzikir nafas level 4 kita bisa mulai merasakan hal hal yang kita lakukan adalah tanpa ego. berpikir kita jadi berkurang karena kita lebih fokus pada tindakan. melakukan sesuatu yang jelas jelas ada di depan mata adalah salah satu bentuk menjalankan tanpa ego. Menjalankan dengan tanpa ego dapat mengurangi keterlambatan dalam bertindak, karena biasanya menjalankan tanpa ego akan mempercepat selesainya tugas.

 

ATP : Amanah Tanda Perintah

ada tiga pilar yang  agar kita mengetahui apa yang harus kita lakukan terkait dengan amanah ini , yang pertama adalah Amanah : kita harus mengetahui dengan sesadar sadarnya apa yang menjadi amanah kita, misalnya pekerjaan, awal menerima pekerjaan adalah awal kita menerima amanah, ibarat ijab qobul maka pekerjaan ini menjadi amanah yang harus kita sanggupi dan kita pegang. Setelah mengetahui dengan sesadar sadarnya kita harus niatkan untuk menjalankan sebaik baiknya, sebagus bagusnya, se elok eloknya. Profesionalitas dalam bekerja, sekecil apapun itu, 1 rupiahpun itu harus menjadi amanah yang besar. Kesanggupan ini akan membingkai seluruh aktivitas kita nantinya. Rasa malu jika amanah gagal harus kita tanamkan dalam hati, bahwa tidak ada kata gagal dalam kesanggupan menerima amanah. 1 detik adalah sangat berharga yang tidak boleh terlewatkan begitu saja. kalau kita mengatkan akan “istirahat” maka istirahat ini bukan untuk  keluar dari amanah sebentar, tapi istirahat adalah amanah untuk menghimpun energi agar lebih kuat lagi dalam menjalankan perintah dalam amanah tersebut. Amanah ini adalah semacam niat ihlas dari semua perbuatan yang akan kita lakukan, karena amanah akan menghubungkan kita dengan Allah, semua perbutan karena perintah Allah.

yang kedua adalah tanda, setiap amanah mengandung tanda, Allah memberikan tanda pada dua hal yaitu tanda alam dan tanda al quran, tanda ini yang kita sebut dengan ayat, ayat qauniyah dan ayat qouliyah. Tanda  ini merupakan petunjuk apa yang harus kita lakukan. Tanda selalu melekat kepada amanah. amanahnya badan, jika tandanya sakit, maka peirntahnya adalah berobat, tanda capek berarti perintahnya adalah istirahat. INilah yang membedakan perbuatan kita yang karena Allah atau  karena nafsu. Jika perbuatan kita karena Allah maka harus berdasarkan amanah jika tidak berdasarkan amanah berarti itu nafsu. Misalnya kalau perut sudah kenyang berarti perintahnya jangan makan lagi, perintah jangan makan lagi jika dilanggar dengan makan lagi maka itu berarti perbuatan nafsu. Kita harus peka dan responsif dengan tanda, Peka disini artinya kita harus waspada dengan tanda yang Allah berikan. Karena kadang tanda ini sifatnya halus.

yang terakhir adalah P, yaitu perintah, namanya juga perintah ya harus di jalankan. Setelah paham tanda maka kita harus bergerak, dan menjalankan apa yang seharusnya dijalankan sesuai dengan petunjuk tanda atau isyarah yang diberikan.

 

Cara Hidup Cerdas ala Waliyullah

Sejarah membuktikan bahwa para wali memiliki kecerdasan di atas rata rata, tentunya tidak dilihat dari test IQ nya tapi karena dengan kewaliannya dapat menemukan hal hal yang tidak mungkin dicapai oleh orang biasa. Tidak ada wali yang gila, yang ada wali yang cerdas. Karena para wali dalam hatinya ada ketenangan hidup, tidak mungkin tenang dalam hidup kok gila. Orang yang mengatakan bahwa wali gila adalah orang orang yang tidak memahami penemuan penemuan yang di miliki oleh para wali tersebut, yang memang berbeda dari kebanyakan orang lain.

Para Waliyullah adalah orang orang spesial yang produktif dan banyak inovasi, bukan seperti yang kita gambarkan bahwa dia selalu pakai surban, selalu di masjid, selalu di pondokannya, atau lebih parah waliyullah adalah mereka yang sakti, bisa memberi ilmu kebal, hafal mantra ini dan itu atau bisa bikin jimat untuk ini dan itu. Produktivitas para waliyullah itu berupa penemuan penemuan beliau yang luar biasa. Bisa membuat hidup banyak orang lebih mudah, bermanfaat bagi dirinya dan orang lain terutama keluarganya.

Bagaimana para waliyullah ini memiliki kecerdasan orang rata rata, ini adalah tanda karomah yang diberikan Allah taala, karena Beliau mau mengemban amanah yang berat untuk orang lain. Ketika dia diberi satu orang dia sanggup dan perintah nya dijalankan dengan baik, Allahpun menambah menjadi 3 orang, Wali inipun dengan siap sedia menerima amanah yang Allah berikan, 3 orang ini dididiknya dengan sungguh dan berhasil, maka Allah memberikan lebih banyak dan lebih banyak lagi. Pertanyaan adalah bagaimana dia bisa mendidik padahal dia tidak tahu ilmunya dari 1 orang hingga ribuan orang yang berhasil dia cerahkan, ya karena kesiapannya menerima amanah dan dijalankan sehingga Allah memberikan ilmu laduni kepadanya.

enak ya dapat ilmu laduni, ya memang enak dan untuk mendapatkannya pun sangat mudah yang penting adalah siap dengan amanah dan menjalankan tanda yang Allah berikan.

satu hal lagi bahwa para wali , ini kunci yang membuat dia cerdas luar biasa adalah karena dia menggunakan kesadaran tingginya untuk menjalankan amanah. Kesaadarannya ini ia gunakan dalam setiap langkah amanah yang ia jalankan. apa itu kesadaran tinggi , kesadaran tinggi adalah kesadaran meniadakan ke aku an, yang ada adalah Allah, dan meniadakan kekuatan kecuali hanya kekuatan Allah. kesadaran tinggi ini lah yang menyebabkan seorang wali dapat menyelesaikan berbagai  amanah yang ia emban. ya sebenarnya wali nya tidak cerdas, tapi Allah selalu beritahu tentang solusi solusi yang sedang ia hadapi.

jangan percaya bahwa waliyulllah itu muncul tiap 100 tahun , atau tiap 10 tahun atau berapalah…. itu pendapat tanpa dasar yang membuat orang tidak termotivasi untuk menjadi waliyullah. kemudian pendapat bahwa yang tahu wali adalah wali, ini juga tidak berdasar, kayak main tebak tebakan saja, namanya wali itu kekasih Allah, maka yang tahu apakah dia kekasih Allah atau bukan ya Allah karena yang mengasihi Allah, bukan orang lain, bahkan dirinya sendiri tidak tahu.

Setiap wali pasti menerima amanah, waspada dengan tanda yang Allah berikan , agar ia tahu perintah yang Allah berikan. Sehingga tidak ada waliyullah hanya duduk dzkir di suraunya , atau duduk santai di rumahnya, dia pasti bekerja. Dan orang banyak ketipu, ketipu dengan wiridannya, ketipu dengan serban yang dipakai atau ketipu dengan kesaktianya. Kebanyakan kekasih Allah adalah mereka yang jual sayur di pasar, mereka yang ada di kantor kantor, dan sebagainya yang mereka benar benar amanah dengan apa yang mereka lakukan. Sufi adalah mereka yang selalu aktif untuk bergerak, sufi bukan lah orang yang compang camping di jalan apalagi minta minta. Seorang wali anti untuk minta kepada manusia, dia lebih baik mati dari pada meminta minta. karena dia yakin bahwa Allah sudah menjamin hidupnya.

Kalau kita mau mencontoh kecerdasan para waliyullah ini maka kita akan dibuat cerdas oleh Allah juga. Tidak peduli hasil test IQ nya berapa. kuncinya adalah menggunakan kecerdasan tinggi dan selalu aktif untuk siap mengemban amanah dan menjalankan perintah Allah dalam kehdupan sehari hari.

Perjalanan murid murid Dzikir Nafas

Kawan seperjalanan, sahabat seperjalanan semua bersama berjalan dari start masing masing dan latar belakang yang berbeda beda. Tidak bisa di samakan, karena ada yang dari pedagang, adaya mantan preman, ada yang terapis, ada yang suka touring, ada yang dari seorang guru, ada yang tukang batu, ada yang jual di pasar malam, dari berbagai macam latar belakang ini jelas tidak akan sama model pembahasan. Kalau saya mengamati diskusi di group whatsapp yang jumlahnya 8 group , mungkin masih ada lagi karena saya tidak ikut gabung, diskusi nya sangat variatif. Tapi di group tetap ada aturan main. Tidak boleh membicarakan diluar jalur sadar Allah. Larangan keras adalah membicarakan politik dukung sana sini.

Perjalanan tiap murid akan menyesuaikan keadaan latar belakangnya. Silahkan saja untuk mulai dari mana mau dari Dzikir nafas ok, mau dari patrap ok, mau dari amanah atau 3T pun ok. Dan semua juga berangkat dari pemahaman masing masing.

Dibentuknya group adalah untuk menjadi ajang konsultasi, ajang tanya jawab dari laku yang sudah dilakukan, bukan membandingkan dengan metode lain, misalnya tarekat, atau model tasawuf lainnya. karena pasti tidak ada manfaatnya meski ada beberapa yang beranggap bahwa perbedaan adalah rahmat. Saya katakan perbedaan adalah rahmat kalau di luar tapi kalau di dalam group sadar Allah maka yang di bahas adalah tentang sadar Allah dengan metode DN atau patrap dengan aplikasinya di Amanah. Kalau nekat biasanya saya ingatkan , masing mbandel saya remove dari group, tapi ini jarang terjadi.