Teruslah berjalan jangan berhenti

Latihan dzikir nafas kita harus berjalan dan berjalan mendekat kepada Allah SWT. ketika kita berhenti berjalan maka syetan yang berupaka pikiran pikiran akan masuk. Jangan kan tidak berjalan , berjalan lambat pun syetan langsung masuk dalam alam kesadaran kita dalam bentuk pikiran pikiran lain yang akan mengalihkan kesadaran kita kepada selain Allah SWT.

bagi yang belajar Dn memang sangat di perlukan kesungguhan, sebab dengan kesungguhan ini kekuatan untuk ke Allah akan semakin kuat dan tidak mudah terganggu oleh syetan.

salah sendiri menganggap diri “orang awam”

Dekat ke Allah, itu tidak ada istilah awam dan tidak awam. Yang ada adalah mau membuka diri apa tidak. Sekarang misalnya anda di dekat Pak Presiden Jokowi tapi mata anda di tutup pakai kain hitam. Kemudian pak Jokowi berkata kepada anda .. Mas … saya ada di dekatmu sekarang…. nah masak kita mengatakan saya awam dengan Bapak presiden.. ? kan salah sendiri kenapa kita menganggap bahwa kita tidak kenal jokowi padahal kalau kita sadar bahwa Pak Presiden Jokowi ini ada di dekat kita maka kita akan menyahut dan menyambut pak Jokowi dengan suka cita. dan ini sekali lagi tidak ada hubungannya dengan awam atau tidak awam.

Demikian pula dengan Allah tidak ada mendekat kepada Allah itu atau mengenal Allah itu awam atau tidak awam. Kalau kita menganggap diri kita awam maka selamanya akan awam. Dan tidak akan terbuka pintu makrifat. Bukan salahnya Allah tapi salah kita sendiri kenapa kita menutup diri dengan mengatakan bahwa kita ini awam. Sebab jelas Allah sudah membuka Diri dengan mengatakan bahwa Beliau dekat bahkan sangat dekat dengan urat leher.

Tulisan saya mengajak anda untuk mengenal Allah dengan mudah, tapi akan menjadi sulit ketika anda mengatakan bahwa diri anda adalah awam dan susah mengenal Allah. Bicara tentang Allah SWT adalah bagaimana kita bersedia membuka hati dan pikiran dan yang paling penting adalah kesadaran kita tentang Allah itu dekat. kalau anda mau membuka diri maka Allah akan mengajarkan kepada kita step by step … semakin paham dan semakin paham. dan sekali lagi ini tidak ada hubungannya dengan awam atau tidak awam.

Bahkan juga sebaliknya jika kita merasa tahu dengan ilmu dan pikiran dan bukan dengan kesadaran maka inipun juga akan menjadi hijab. Misalnya seorang yang ahli ilmu tauhid.. yang merasa kenal dengan Allah dengan ilmu yang dimilikinya maka inipun akan menutup atau menjadi hijab. Kalimat Allah itu dekat , itu bukan menggunakan ilmu tapi menggunakan kesadaran. jadi kalau kita salah menggunakan alatnya maka apa yang kita dapatkan juga akan salah.

baiklah kalau anda mengikuti tulisan saya jangan menganggap diri anda ini orang yang awam, atau bahkan orang yang pintar … tulisan saya biasa saja. karena biasanya saya menulis bukan menggunakan pikiran tapi kesadaran, Jika anda memahami tulisan saya tidak menggunakan kesadaran tapi menggunakan pikiran pasti akan terjadi kebingungan…atau ketidak fahaman. dan kesalahan ini tentunya bukan pada saya tapi pada anda sendiri (maaf ini perlu saya sampaikan letak benar dan salahnya agar kita sama sama duduk dengan level yang sama yaitu kesadaran bukan pikiran)

Anda tidak perlu ambil pusing jika ada tulisan saya yang tidak sesuai.. .karena ini tulisan tulisan saya … tentu wajar jika dibaca oleh orang lain bila terjadi beda pendapat dan persepsi… by pass saja …. dari pada nanti anda mengolok olok saya itu malah menambah dosa anda sendiri. Jika memang cocok ya ambil jika tidak cocok ..lewat saja.

semoga kita tetap berTuhankan Allah SWT dan dijadikan saudara Se Iman. amiin ya rabbal alamin.

kampoeng sadar Allah belajar bersama tidak awam tidak ada alim... semua sama dihadapan Allah

kampoeng sadar Allah belajar bersama tidak awam tidak ada alim… semua sama dihadapan Allah

Terhimpit hutang

sudah menjadi hal yang umum sekarang ini bahwa hutang sudah menjadi suatu yang lumrah. Hutang usaha, hutang untuk keperluan sehari hari bahkan hutang untuk bersenang senang. Semakin banyak Bank tentunya semakin banyak yang hutang, sebab memang bank hidupnya dari para penghutang. dengan berbagai iming iming ini dan itu banyak yang tergiur untuk berhutang. Baik kalau memang bisa memastikan membayar cicilan tak masalah tapi jika “mbayar cicilannya” gambling artinya tidak bisa dipastikan maka ini menjadi suatu hal yang harus dihindari. Misalnya hutang usaha dimana usaha juga belum pasti laku maka hutang sebaiknya dihindari. Sebab usaha yang belum pasti dengan dibebani hutang menyebabkan pikiran menjadi tidak terganggu oleh hutang yang ada, bahasa saya hutang menyebabkan vibrasi negatif. kalau saran saya jalankan usaha sesuai dengan modal yang ada yang penting istiqomah dan yakin kepada Allah.

usaha itu berhasil atau tidak tergantung dari Allah bukan tergantung dari modal yang di hutang dari Bank. maka untuk keberhasilan harus yakin kepada Allah bahwa dengan modal yang ada (tidak hutang) Allah akan mengembangkan usaha yang sedang dijalankan. memang disini letak kesabaran sangat menentukan.

baik jangan sampai nanti kita usaha, hutang terus mengejar ngejar kita hal ini dapat menyebabkan hidup tidak tenang. apalagi jika sampai terhimpit hutang. berarti hutang ini sudah menjadi racun …

baiklah bagaimana jika sudah terlanjur “terhimpit hutang”. Yang pertama dilakukan adalah bertaubat kepada Allah atas kesalahan dalam berhutang. dan berjanji tidak akan berhutang lagi.

yang kedua adalah berniat membayar hutang dengan jalan apapun misalnya menjual aset, menjual tanah, menjual mobil, motor dan semua yang ada untuk membayar hutang. Jangan pernah menutup hutang dengan hutang karena itu akan membuat masalah lebih besar….

jangan pergi ke dukun yang katanya bank ghoib, melipatgandakan uang dan lain sebagainya karena selain itu adalah jalan setan , dapat menjauhkan anda dari Allah sejauh jauhnya. Tetap lah dijalan Allah sehingga Allah nanti membuatkan jalan keluarnya.

Hadapi semua resiko yang ada dalam berhutang, misalnya menghadapi debt collector… atau menghadapi telp dari bank .. jangan melarikan diri atau menghindar .. malah kalau perlu sebelum di tagih bank … datanglah ke Bank bahwa tidak bisa bayar cicilan… meski bank memberikan sangsi mintalah keringanan .. jika memang sudah tidak bisa ya ikuti saja apa yang sudah menjadi ketentuan dan perjanjian bersama yang sudah disepakati.. misalnya Bank menyita agunan tanah… ingat semua pemberian Allah dan bukan milik kita, kita mohon lagi saja sama Allah, ya Allah berikan saya tanah yang lebih baik bagi saya… saya ihlas…

beri pengertian kepada keluarga tentang masalah ini… kalau misalnya tidak bisa menerima bahwa aset terjual rumah terjual beri pengertian … dan kalau memang minta hal yang paling negatif misalnya cerai ya hadapi dengan tenang dan baik baik.. bujuk bahwa nanti Allah beri ganti yang lebih baik… (semoga hal hal negati ini tidak terjadi).

 

Allah tidak menyelamatkan manusia

kalau agama kristen memang tuhan jesus menjadi juru selamat … tapi beda dengan islam, Tuhan Allah kita tidak menyelamatkan manusia apalagi umat islam. Anda pasti bertanya atau malah menyangkal.. ya benar karena memang apa yang anda dengar selama ini adalah Allah menyelamatkan Umat islam. Baik mari kita cermati apakah benar bahwa Allah itu menyelamatkan manusia atau tidak.

Coba cermati dengan seksama, Allah sebagai penentu segalanya dan apa apa yang terjadi pada diri manusia adalah mutlak. Tidak ada yang lebih tinggi dari Allah dalam hal ini. Nah kita lihat kalau Allah sebagai penentu mutlak masih kah Dia Allah masih menjadi penolong kita? apakah kita benar ditolong Allah, tentun tidak sebab semua sudah ketentuan Allah. Kalau Allah menolong berarti bisa saja Allah tidak menolong kita. Anda pasti lebih bingung dengan pertanyaan yang saya ajukan. Pada saat apa Allah menolong saya dan pada saat apa Allah tidak menolong saya. Maka dalam hal ini salah kalau kita menyatakan bahwa Allah menolong kita, sebab kita tidak tahu kapan Allah tidak menolong kita. Apakah anda berani mengatakan ketika pencuri datang dan mengambil barang anda dirumah.. lalu anda menyampaikan kepada Allah kalau Allah tidak menolong … pasti tidak akan kan.

Semua sudah menjadi kehendak Allah, jika semua sudah menjadi kehendak maka tidak ada istilah tolong menolong. Ini adalah fakta yang harus kita terima sebagai mahluk ciptaan Allah. Sangat beda antara kehendak Allah dengan pertolongan Allah.

meski ada ayat quran yang menyebutkan pertolongan Allah tapi untuk yang benar benar memahami bahwa semua kehendak Allah maka tentunya lebih sesuai kalau semua yang kita alami adalah kehendak Allah bukan pertolongan Allah atau bukan pertolongan Allah. Tapi jika memang anda belum paham tentang hakikat kehendak Allah tetap saja gunakan pertolongan Allah (dari pada anda bingung, apalagi menyalahkan pendapat saya …….)

kehendak Allah

Fana bukan barang mahal lagi …

Seperti handphone dimana 15 tahun yang lalu hanya orang orang tertentu yang mampu membeli dan menggunakan HP, tapi sekarang hampir setiap orang tidak peduli pekerjaannya apa bisa mendapatkan HP dengan mudah. Fana demikian juga dengan adanya metode dzikir nafas ini siapapun bisa fana. Fana bukanlah barang mahal lagi. Siapapun bisa asal punya niat dan mau melatih dzikir nafas. Sebelum ada dzikir nafas mungkin hanya orang orang tertentu saja yang bisa fana atau merasakan keadaan spiritual (dzauq) tapi berbeda dengan saat ini dimana metode semakin praktis dan mudah tanpa ritual yang macam macam.

Ini adalah kemudahan dari Allah bagi siapapun yang ingin mendekat kepada Nya. Sesuatu yang sudah dimudahkan Allah jangan sampai kita persulit. Kita patut bersyukur kepada Allah. Tidak ada sekat tidak kasta lagi dalam berjalan menuju kepada Allah. Dan benar bahwa Allah tidak melihat kita ini keturunan siapa, kita ini awam atau tidak awam, tidak melihat kita ini ustad, kyai syeh atau hanya orang biasa… yang dilihat Allah adalah ketulusannya untuk kembali kepada Allah.

Fana merukan tujuan utama dalam menjalankan ilmu tasawuf atau makrifat, tidak sembarang orang bisa mencapai keadaan ini . Tapi sekarang lain dengan metode dzikir nafas keadaan ini dapat dicapai dengan mudah. Semoga kemudahan Allah ini dapat kita fahami dengan mudah pula amiin

penjelasan saya di youtube http://youtu.be/JGklWr9t5tk

Patrap Bela Diri: teknik mengembangkan gerak reflek

Gerakan gerakan patrap dapat digunakan untuk keperluan khusus. Misalnya adalah untuk bela diri. kemampuan ini hanya dapat dilatih khusus bagi yang sudah mengikuti patrap dasar yaitu patrap gerak. Setelah menguasai patrap gerak maka gerak ini tinggal kita arahkan sesuai dengan niat. Misalnya untuk bela diri. jadi, misalnya kita menghadapi suatu keadaan khusus yang membahayakan kita dan kita harus mempertahankan diri maka cukup dengan aktivasi patrap yaitu sambung ke Allah dan mohon gerakan bela diri untuk mempertahankan diri. Kemudian gerakan gerakan ini kita ikuti sesuai dengan gerakan yang muncul. Prinsipnya adalah dengan menempelkan tangan kita kepada lawan. Ketika tangan kita menempel akan terjadi gerakan gerakan yang sangat cepat dan bisa berbentuk penyerangan atau cukup mempertahankan diri.

gaya jurusnya memang tidak teratur. Mirip dewa mabuk…. jadi gerakan yang muncul adalah gerakan tanpa pikir sehingga saya namakan gerakan ini adalah gerak reflek.

ilmu aplikasi patrap ini sangat cocok sekali untuk mereka yang sudah belajar bela diri misalnya karate atau silat… atau lainnya sebab gerakan ini akan meningkatkan gerakan reflek. Ilmu ini relatif masih saya simpan dan belum pernah saya ajarkan. sebab memang membutuhkan tahap tahap latihan yang agak lama.

ilmu ini basicnya adalah patrap sehingga anda akan 100% sadar dengan gerakan yang muncul. Hal ini sangat berbeda dengan gerak pencak strum atau ilmu kehadiran dimana gerakan silat atau kung fu yang muncl terjadi secara tidak sadar.

 

Tidak ada tingkatan dalam mengenal Allah

Jangan sampai kita terjebak pada awam dan tidak awam…. apalagi kita menganggap bahwa diri kita awam…. lebih parah lagi menganggap orang lain adalah awam. islam tidak mengenal awam dan tidak awam. Dulu jaman nabi tidak ada istilah sahabat awam dan sahabat tidak awam, semua sahabat sama.

Islam ini dalam mengenal Allah tidak ada kasta seperti tulisan saya yang dulu. jangan menyamakan agama islam dengan agama islam misalnya dalam agama hindu yang ada kasta kasta. Islam diciptakan tidak ada kasta. Islam tidak ada kasta awam dan kasta non awam. Allah sudah jelas jelas menyebutkan Diri Beliau dengan dekat bahkan lebih dekat dengan urat leher. dekat ini tidak mengenal awam dan non awam. Tidak ada istilah kalau non awam lebih dekat dari pada yang masih awam.

Sekarang tinggal kita sendiri mau ndak ita membuka diri kepada kehadiran Allah yang dekat ini. kalau kita masih menutup diri maka kita jauh dari Allah (meski Allah tetap dekat) dan sekali lagi ini tidak ada kaitannya dengan awam atau tidak awam.

sekarang mari kita buka diri kita dengan menyadari dan menerima Allah bahwa Allah itu dekat, maka jika ini kita lakukan maka jelas benar bahwa Allah itu ada dan Allah benar dekat dengan kita.