Para Wali minimal Beliau sudah Sibghoh dan ATP

Wali adalah kekasih Allah, yang kita lihat disini bukan kesaktiannya, itu bukan wali pun bisa sakti, tapi yang kita lihat adalah tataran kesadaran beliau yang sudah mencapai maqom sibghoh dan sangat kuat dalam menjalankan amanah tanda perintah (ATP).

Wali panutan DNSA bukan orang yang dianggap wali yang tidak shalat dan tidak menjalankan amanah atau ATP. orang yang dianggap wali jadzab dengan perilaku seenaknya, seperti orang gila jangan dianggap itu wali, meski keturunan ulama. Panutan harus jelas, kyai kyai sepuh dilingkungan kita paling dekat, yang shalatnya rajin dan menjalankan ATP 3T dan 3S, segera ikuti langkah beliau beliau, dekat beliau beliau dan sertai hikmah hikmah pelajaran hidupnya, pasti akan mendapatkan manfaat dunia akhirat. dekat dengan wali bukan sekedar masalah barokah tanpa ada kriteria yang jela, kalau wali yang anda ikuti tidak berbaju, tidak shalat dan hidup ngluyur hikmah kehidupan apa yang anda dapatkan, seharusnya orang yang demikian mendapatkan perawatan bukan malah dimintai barokah.

masih banyak kyai tersembunyi dan ulama tersembunyi yang sebenarnya beliau oleh Allah sudah diangkat menjadi wali, tentunya dengan kriteria yang jelas yaitu menjalankan syariat dan ATP. Jangan mengikuti pendapat orang bahwa ciri orang yang diangkat wali oleh Allah itu adalah orang yang sakti, orang yang bisa menyembuhkan hanya dengan air putih yang ditiup, TIDAK. Ukurannya sekali lagi menjalankan sunah Rasul apa tidak, menjalankan syariat apa tidak.

Karena setiap wali sudah pasti sibghoh, menjalankan syariat dan menjalankan ATP maka ini ukuran nampak yang bisa kita gunakan untuk mendapatkan pelajaran pelajaran hikmah dari Beliau.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.