mari kita belajar kepada sosok siti hajar yang mendapatkan didikan spiritual langsung dari suami beliau yaitu Nabi Ibrahim AS. ketika siti hajar ditinggal sendiri oleh suami, di tempat yang tidak ada siapa siapa dan tidak ada bekal apa apa yang tersisa, ketika itu pikrian beliau melayang ke suami…ah ternyata suami tidak ada, melayang ke air .. juga tidak ada, melayang ke pohon pohonan ah ternyata juga tidak ada…. beliaupun berlari lari ke shawa dan marwa, itupun beliau tidak menemukan apa apa, ketika puncak kelelahan dan keletihan, puncak keputus asaan, dan puncak ketidak berdayaan, maka terkoneksilah beliau dengan Allah SWT, maka benar Nabi Ibrahim ketika meninggalkan beliau sendiri, nabi ibrahim tidak cemas karena nabi Ibrahim sudah menitipkannya kepada Allah SWT baik istri dan anaknya nabi ismail. maka ketika benar benar siti hajar bersih dari pikiran “selain Allah” dan hanya Allah tempat bergantung… sekejap itu pula muncullah kemukjizatan yang datang dari Nabi Ismail dengan munculnya air zam zam. Subhanallah.

itulah gambaran patrap siti hajar, yang tidak melihat siapapun kecuali hanya Allah SWT. Termasuk dalam kita belajar spiritual kita belajar harus benar benar bersih dari selain Allah. yang mengajarkan kita adalah Allah, yang memberi pelajaran spiritual adalah Allah, selain itu adalah sekedar perantara sekedar panyampai tidak lebih dari itu. ketika kita bergantung kepada guru maka ilmu kita akan terhijab oleh “sebatas pengetahuan guru” jadi kita harus menghilangkan ketergantungan dari guru tersebut, inilah yang sering saya sebut dengan kemandirian spiritual.

Patrap siti hajar ini harus dipraktekan bagi mereka atau kita yang sedang belajar patrap. gunakan metode siti hajar ini untuk menyelesaikan masalah yang sekarang kita hadapi, semoga keajaiban Allah menyertai kita. amin