patrapan malam jumat 11 feb di padepokan patrap

Duduk patrap 3 jarang di pelajari, alhamdulilah kemarin daya itu turun … saya sempat hampir marah karena belum patrap kok sudah pada ¬†makan… tapi saya pun berpikir positif… ahh biar saja toh biasanya daya turun bisa kapan saja.

awal pertemuan tidak ada daya yang turun , saya berusaha mendiamkan biarkan Allah berkehendak, namun saya terus berdoa agar daya pada malam ini turun.

benar saja setelah makan lontong sedekah dari Pak Fairu dilanjutkan dengan martabak dan kue terang bulan sedekah dari mas Nasrun Jatinom. .. dan tentunya teh manis racikan pak Pur… (saya sendiri maksudnya)… setelah menikmati hidangan mewah tersebut ¬†perutpun kenyang… dan ketika istirahat sehabis makan…..pelan pelan wejangan itu mengalir…

sedekah itu harus ihlas … bla bla… untuk bisa ihlas harus duduk pada wilayah zero.. bla bla.. semua pelan pelan memasuki wilayah zero… dan daya itu turun lambat tapi pasti.. masuk.. masukkkk…. dan masukkkkkkk . sekitar 1 jam patrap berjalan ….

ada satu pemahaman (saya sendiri baru mendapatkanya sekarang) bahwa sedekah bukan kita yang bersedekah , kita hanya dialiri kasih sayangnya ALlah kemudian kita tergerak untuk bersedekah, dan uang yang kita berikan pun bukan uang kita itu adalah milik Allah kita hanya dititipi. maka yang beredekah adalah Allah bukan kita. inilah titik keihlasan yang tertinggi

CategoriesUncategorized

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.