Pelajaran : Mengakui Allah

Jika anda tertarik dengan ilmu makrifat atau tasawuf ataupun ilmu sejenisnya, maka anda harus belajar bagaimana mengakui af’al Allah dalam setiap gerak gerik kita, dalam setiap perilaku kita dalam setiap kejadian yang ada. Meski pelajaran ini mudah tapi anda akan terbenturkan oleh kebiasaan yang selama ini anda atau kita pakai. Misalnya ketika anak kita menangis kemudian kita menolong, kejadian kita menolong anak kita yang menangis dalam pelajaran “mengakui Allah” kita harus benar benar menyadari bahwa perbuatan menolong itu bukanlah kita tapi Allah lah yang menolong anak kita agar tidak menangis. Lebih dalam lagi misalnya, kita begitu menyayangi dan mengasihi anak kita maka kita harus mengakui bahwa Allah lah yang menyayangi anak kita dan mengasihi anak kita, dan BUKAN KITA.

Demikian pula di dalam kita menjalankan ibadah sholat atau ibadah yang lainnya, dalam pelajaran ini kita harus mengakui bahwa yang menjalankan sholat itu adalah Allah … nah disini mungkin anda akan sedikit bingung , lho kok Allah sholat…. ?? sudah jangan dipertanyakan dulu, yang penting teori ini diterima jika belum mencapai taraf  kesadarannya.

Pokoknya semua aktivitas kita adalah aktivitas Allah SWT. Pelajaran ini tidak akan bisa dipraktekan bagi mereka yang tidak mau meninggalkan egonya, atau yang memiliki tingkat egoisme kuat. Kenapa karena Ego yang kuat atau orang yang tidak mau meninggalkan egoanya tidak akan bisa mencapai kesadaran ilahiah ini. Syarat utama untuk bisa memprekatekan pelajaran ini adalah bersedia meninggalkan ego diri atau bersedia mengenolkan diri dan ihlas rela Allah yang menggantikan ego.

Di atas juga saya sebutkan tentang kebiasaan kita yang ternyata mempersulit mempelajari ini, karena kebiasaan orang yang mengandalkan diri cenderung akan melupakan Allah dalam aktivitasnya. Untuk mengatasi masalah ini cara yang paling praktis adalah tetap istiqomah artinya terus menerus menggunakan kesadaran ke Allah sehingga menjadi kebiasaan. Saya sekarang belajar bagaimana membiasakan diri untuk mengakui bahwa Allahlah yang beraktivitas dalam diri saya, saya hanya mengikuti saja.

 

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

9 thoughts on “Pelajaran : Mengakui Allah

  1. alhamdulillah…teori yg sangat sederhana dan alhamdulillah ketika dijalankan sangat enak sekali….terasa sangat membekas. ternyata belajar dan praktek hakekat itu tidak rumit….

  2. Assalamualaikum wr wb

    Betul sekali Mas Pur, kita ini bisa apa? coba kalau kita merasa mampu hentikan gerak nafas kita brg beberapa menit mk kt akan merasa bhw kita tdk punya daya. Laa haula walaquata billahil aliyyil adhiim.

    Wassalamualaikum wr wb

  3. asswrwb.
    Alangkah indahnya hidup bila kita senantiasa menyadari akan sandaran Haulillah wa Quwwatillah, namun bagaimana pak selain istiqomah cara kita mempertahankan kesadaran itu ditengah-tengah aktifitas hidup dan bolak-baliknya hati manusia setiap saat.
    terimakasih

    • Waalaikum salam Wr Wb, berjamaah pak dan dibimbing seorang yang sudah mencapai wilayah tersebut insya Allah akan mempermudah untuk mendawamkannya, …

  4. Mohon Izin..nyimak n belajar mas….
    ibarat dalang n wayang ya pak…. namun kayaknya sekarang kita banyak kayak OVJ yang di TV …selalu keluar dari arahan pak Dalang heheh

  5. Trima kasih setelah baca banyak difahamkan dan dimudahkan mengamalkanya,semua karena atas hidayatNYA,aamiin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *