Jika anda tertarik dengan ilmu makrifat atau tasawuf ataupun ilmu sejenisnya, maka anda harus belajar bagaimana mengakui af’al Allah dalam setiap gerak gerik kita, dalam setiap perilaku kita dalam setiap kejadian yang ada. Meski pelajaran ini mudah tapi anda akan terbenturkan oleh kebiasaan yang selama ini anda atau kita pakai. Misalnya ketika anak kita menangis kemudian kita menolong, kejadian kita menolong anak kita yang menangis dalam pelajaran “mengakui Allah” kita harus benar benar menyadari bahwa perbuatan menolong itu bukanlah kita tapi Allah lah yang menolong anak kita agar tidak menangis. Lebih dalam lagi misalnya, kita begitu menyayangi dan mengasihi anak kita maka kita harus mengakui bahwa Allah lah yang menyayangi anak kita dan mengasihi anak kita, dan BUKAN KITA.

Demikian pula di dalam kita menjalankan ibadah sholat atau ibadah yang lainnya, dalam pelajaran ini kita harus mengakui bahwa yang menjalankan sholat itu adalah Allah … nah disini mungkin anda akan sedikit bingung , lho kok Allah sholat…. ?? sudah jangan dipertanyakan dulu, yang penting teori ini diterima jika belum mencapai taraf  kesadarannya.

Pokoknya semua aktivitas kita adalah aktivitas Allah SWT. Pelajaran ini tidak akan bisa dipraktekan bagi mereka yang tidak mau meninggalkan egonya, atau yang memiliki tingkat egoisme kuat. Kenapa karena Ego yang kuat atau orang yang tidak mau meninggalkan egoanya tidak akan bisa mencapai kesadaran ilahiah ini. Syarat utama untuk bisa memprekatekan pelajaran ini adalah bersedia meninggalkan ego diri atau bersedia mengenolkan diri dan ihlas rela Allah yang menggantikan ego.

Di atas juga saya sebutkan tentang kebiasaan kita yang ternyata mempersulit mempelajari ini, karena kebiasaan orang yang mengandalkan diri cenderung akan melupakan Allah dalam aktivitasnya. Untuk mengatasi masalah ini cara yang paling praktis adalah tetap istiqomah artinya terus menerus menggunakan kesadaran ke Allah sehingga menjadi kebiasaan. Saya sekarang belajar bagaimana membiasakan diri untuk mengakui bahwa Allahlah yang beraktivitas dalam diri saya, saya hanya mengikuti saja.