Pelajaran puasa (5) 10 hari pertama “warming up”

Puasa satu bulan lamanya dapat kita bagi menjadi 3 yaitu 10 hari pertama “warming up” , 10 hari kedua “running”, 10 hari terakhir “struggle”. pada saat ini kita masih dalam wilayah warming up atau pemanasan. pada tahap ini kita lebih folus pada persiapan persiapan untuk menuju running dan struggle yaitu dengan dzikir ringan setiap malam, baca quran sebagai media sambung kepada Allah, sholat sunah yang tumakninah. dalam keadaan puasa atau pada siang hari yang perlu kita persiapkan adalah mengihlaskan lapar dan haus dan segala hal yang kita rasakan akibat puasa, tidak protes tidak mengeluh. Pada saat berbukan, mencoba berbuka seadaanya, tidak perlu mencari kolak pisang, tidak perlu emncari gorengan dll dll yang note bene di rumah tidak disediakan. cukup dengan air putih dan sesuap nasi sekedar untuk membatalkan puasa.

pemanasan diatas sangat berguna agar ketika nanti masuk 10 hari kedua dan ketiga mental dan jiwa kita sudah siap menghadapi amaliah yang lebih berat.

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

3 thoughts on “Pelajaran puasa (5) 10 hari pertama “warming up”

  1. Assalamualaikum mas pur, nah ini dia mas yang godaanya berat, segala macam makanan, baik ringan maupun makanan berat telah di sediakan oleh istri lengkap. tapi kalau saya menyadari siapa diri saya. maka kasihan juga mas sama istri, gimana mas? sementara anak anak tau sendiri.

  2. Betul pa pur. Sesuai hadits rasul yang menyatakan betapa banyak orang yng berpuasa, tapi tidak dapt apa2 kecuali lapar dan haus. Saya pernah baca artikel, katanya salah satu indikasi bahwa puasa kita sukses (tdk hanya lapar & haus) adalah menyederhanakan pada saat buka puasa. Lihat cara rasul yang mulia, takjil hanya dengan 3 butir kurma. Kembali kpd kita, kalau kita lebih sibuk memikirkan makanan utk berbuka daripada memikirkan bagaimana menuju kepada Allah, boleh jadi kita masuk kategori puasanya orang umum yang hanya dapt haus dan lapar saja. Lihat lah orang2 yang ketika menjelang maghrib sibuk berburu kuliner ke mall dan restoran2, begitu sangat banyak. Tapi sebaliknya begitu sedikit org yg ketika menjelang maghrib sibuk mendekat kepada Allah baik di masjid2 atau di rumah. Bagi saya sendiri sangat2 rugi habiskan waktu jelang maghrib berada di tempt keramaian. Pun ketika kita mukim di rumh, bila lebih sibuk memperlengkap menu berbuka, kita harus mawas diri jangan2 hanya dapat puasanya org umum. Wallahu A’lam Bishawab

    • terimakasih Pak Abu sharingnya, kalau kita kembalikan puasa kita dengan cara Rasul Puasa insya Allah puasa kita akan bermakna. semoga peringatan peringatan sederhana ini bisa kita sampaikan kepada semua umat islam, sehingga kita ini lebih sibuk mempersiapkan sembahyang magrib dari pada mencari menu berbuka.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *