Pelatihan Dzikir nafas di Samarinda dan Makassar

Alhamdulillah training di samarinda dan makasar sudah terlaksana dengan baik, jamaah dapat merasakan bagaimana dzikir nafas dapat menjelaskan secara langsung mana jasad dan mana yang bukan jasad.

setelah jamaah dijelaskan tentang bagaimana konsep dasar dalil dan hadis tentang dzikir lalu diajarkan metodenya, jamaah kami ajak  untuk mempraktekan bagaimana melakukan dzikir nafas tahap 1, 2 dan 3 peserta dapat merasakan bagaimana dzikir itu dapat membuat hati menjadi tenang dan tubuh menjadi fress meski saat menjalankan terasa sakit sakit.

belajar melepaskan diri dari ikatan jasad (binding problem)

praktek dzikir nafasdi makassar pelatihan dzikir nafas

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

2 thoughts on “Pelatihan Dzikir nafas di Samarinda dan Makassar

  1. Assalaamu alaikum wr. Wb
    Alhamdulillaah sampai saat ini masih istiqomah latihan dzikir nafas level 1, 2 dan 3. Saya masih mengalami kendala di level 3 pak untuk hal-hal berikut : Nafas masuk (HU) adalah berusaha sekuat mungkin, tawajjuh mendekati Allah sedekat-dekatnya, nafas keluar (Allah) pasrah/menyerahkan segala sesuatunya kepada Allah SWT, kedua keadaan ini antara bergerak mendekat kemudian pasrah/penyerahan dilakukan terus menerus secara berulang yang grafiknya semakin keatas/semakin dalam hingga sudah tidak adalagi yang bisa diserahkan. Kendala saya ada dipikiran dan persepsi pak, malah persepsi ini kadang-kadang mengikuti anak tangga yang sempat dibambarkan dulu waktu pelatihan, mohon pencerahan bapak untuk level 3 ini. terutama mengatasi pikiran dan persepsi

    Satu hal lagi pak, beberapa buku yang telah pa setyo kirimkan sudah saya berikan ke teman dan saudara, apakah tidak mengapa pak jika saya berusaha memberikan penjelasan/mengajarkan kepada mereka ttg level- level dzikir nafas ini, walaupun saya sendiri masih banyak kekurangan dalam hal dzikir nafas ini. antara teori dan keadaan (hal) belum sama. jazakumullaah khairan.

    • waalaikumsalam wr wb, oh iya silahkan Pak Disampaika tidak apa apa, yang penting di sampaikan teknis atau caranya.
      kalau masih ada persepsi berarti masih harus diserahkan kepada Allah Pak. sampai nanti hilang persepsi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *