pelatihan sholat khusyu bersama ustadzah gontor 3

pelatihan ini dilaksnakan sabtu kemarintanggal 16 juni 2007, peserta ada sekitar 60 ustadzah dilingkungan ponpes gontor 3 Ngawi. materi yang disajikan yaitu paradigma sholat dan tumakninah.

peserta cukup antusias selama mengikuti pelatihan karena mereka diajak untuk interaktif selama pelatihan dan mempraktekan secara langsung bagaimana sholat dengan tumakninah yang benar.

diharapkan dengan pelatihan ini peserta mampu menjalankan sholat khusyu dengan tumakninah yang benar dan dapat menularkan ke para santri dilingkungan merekan serta nantinya dapat menularkan ilmunya ke masyarakat umum.

rencana pelatihan ini akan berlanjut minggu depan dengan materi silatun dan niat.

rombongan shalat center solo ada sekitar 15 orang dengan 3 mobil. asik juga rasanya  bisa bersama sama mengisi pelatihan. rombongan selama di sana mendapatkan sambutan yang cukup baik dari para ustad dan para ustadzah selain makanan yang berlimpah dan cukup mewah.

rombongan dari solo antara lain pak dan bu sulchan, mbak oki puspo nugroho, bu asyiah,  mas ari, bu atik, mbak nu, bu lilik hadad alwi, bu fetum, bu delia, bu nurul.

yang menarik dari pelaithan ini adalah sikap terbuka dari pondok pesastren gontor yang mau membuka diri sharing dengan kami yang nota bene bukan ustad. karena biasanya (maaf) sikap pondok pesantren memiliki ego keilmuan yang tinggi apalagi maasalah keagaaman terutama sholat mereka lebih merasa mampu dan merasa bisa. tapi ponpes gontor memang lain sikap yang terbuka ini mudah mudahan menjadi ujung tombak ilmuwan muslim masa depan.

4 thoughts on “pelatihan sholat khusyu bersama ustadzah gontor 3

  1. Islam anda disisi Allah
    Mengapa kita wajib mengenal Allah……..?
    Karna ingin menjadi orang islam yang mulia disisi Allah (Indallah) Bukan islam yang mulia disisi manusia ( Indalnas/Ktp ). Sesungguhnya agama yang benar di sisi Allah adalah Islam (QS. Ali Imran : 19)
    “Bagaimana Islam disisi Allah ?……Kita mengucapkan dua kalimat sahadat itu harus sesuai peryataan dengan kenyataan. Supaya Kesaksian kita benar-benar tidak palsu dan bohong.
    Adapun tentang pengakuan fitrah telah disebutkan oleh Allah di dalam Al Qur’an: “Dan ingatlah ketika Tuhanmu menurunkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman ): ‘Bukankah Aku ini Tuhanmu’ Mereka menjawab: ‘(Betul Engkau Tuhan kami) .’.” (QS. Al A’raf: 172-173). Allah menuntut kesaksian jiwa . Dengan masalah seperti ini menjadi orang islam tidaklah mudah seperti membalik telapak tangan . Peryataan /mengucapakan Syahadat : Ashaduallailahaillallah waashaduannamuhammadarrasulullah bisa saja diucapakan oleh :Anak tk,sd.smp,sma………………orang tua,Orang yang baru masuk islam,Orang yang akan menikah.Tetapi yang kami maksud adalah kesaksian peryataan sesuai dengan kenyataan adalah ;Peryataan/ucapan ; Ashadualla ilahaillallah .Artinya ; Aku bersaksi tiada tuhan selain Allah . Kenyataan : Kita mengenal/mengetahui yang punya nama. Barulah islam yang mulia disisi Allah (Indallah). Karna setiap nama pasti ada yang punya nama, Kalau kita menyembah nama/asma Allah maka sesat jalan. Hadits kudsi mengatakan ‘” Man abdal asma dunal ma’na fahua kapir.,Yang artinya Barang siapa menyembah asma (nama Allah ) Hukumnya kafir. Maukah diri kita dikatakan kafir ?……………
    Kalau belum beres sahadat (kesaksian) kita.
    – Bagaimana dengan sholat,puasa,zakat,haji, dan ibadah kita yang lainnya ?….
    – Bagaimana kita ingin mendapatkan ridhonya Allah ?…….
    – Kemana kita mengalamatkan jikir,takbir,selawat,dan do’a kita ?….
    – Untuk apa kita beramal kalau kita tidak tau mengalamatkannya….
    Masalah seperti ini janganlah kita anggap mudah. Tetapi renungkanlah sejenak
    Wahai saudaraku. Agar nantinya jangan sampai buta mata hati kita. (QS Al Isra 72. Waman kanapi hajihi’a ma pahua pil akhiroti ‘a ma wa a dollu sabila )
    “Dan barangsiapa yang buta (hatinya) di dunia ini, niscaya di akhirat (nanti) ia akan lebih buta (pula) dan lebih tersesat dari jalan (yang benar)“. maka dari itu Rasulullah SAW memperingatkan kepada kita dalam hadist qudsi Awwaluddin ma’rifatullah yang artinya awal agama hendaknya mengenal Allah. Sehingga diwajibkan bagi umat islam mengenal Allah sejak aqil baliq untuk menyelamatkan ibadahnya. Rasulullah sendiri mengenal Allah atau mencari siapa Tuhan yang disembah,dipuja dipuji 13 Tahun 6 Bulan 23 hari beliau menyepi di gua hiro setelah itu baru menerima perintah sholat,puasa dan lain-lain.
    seseorang itu apabila dia melakukan amal ibadah tanpa didasari atas ma’rifat kepada Allah swt maka sia-sialah seluruh aktiviti (kegiatan) kehidupannya.
    Seseorang telah datang menanyakan sesuatu persoalan kepada Rasulullah saw. Katanya: Wahai Rasulullah, apakah amalan yang paling afdhal (utama)? Beliau menjawab: Ilmu Tentang Allah Azaa wa Jalla. Orang itu bertanya lagi, Ilmu apakah yang tuan maksudkan? Beliau menjawab: Ilmu Tentang Allah Yang Maha Suci. Maka orang itu bertanya lagi, kami tanyakan tentang amal yang paling utama, sedang tuan menjawab Ilmu. Beliau menjawab: sesungguhnya sedikit amal dengan berma’rifatullah akan bermanfaat, sebaliknya banyak amal sekalipun, tetapi tidak kenal dengan Allah maka tidak ada manfaatnya. (Dikeluarkan oleh Ibnu Abdul Bar)
    Kalau kita mempelajari syariat saja yang mana dilarang atau yang mana diperintah serta hukum piqih mengenai perkara batal dan sahnya dalam beribadah, Saya merasa khawatir sampai Innalillahi wainnalillahi roji’un belum tentu selesai. Yang namanya mati tidak tua atau muda kalau sudah malaikat maut menjemput , bagaimana persiapan atau bekal kita. Kalau tidak kenal didunia dengan Allah, maka tidak kenal juga di akhirat. Mohon ma’af jika ada yang tidak berkenan di hati pembaca. Kami hamba Allah yang fakir, Wassalamu’alaikum …….wr wb

    • saya bekenan sekali pak dengan koment-nya, tapi gasnya dikurangin dikit biar melajunya lebih asyik & semilir gitu pak Junaidi …

      salam

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *