Pelit terhadap orang lain menyebabkan pelit terhadap diri sendiri

Pelit adalah suatu perbuatan yang tidak baik, perbuatan pelit ini akibat paling berbahaya adalah pelit terhadap dir sendiri. bagaimana bisa? ya pelit terhadap orang lain sebab utamanya adalah sikap memiliki yang terlalu kuat, dia berusaha dengan sekuat hatinya untuk betul betul memperhitungkan apa apa yang dikeluarkan terutama masalah uang atau harta. saking kuatnya rasa memiliki ini sampai dirinya sendiri ketika memerlukanpun diperhitngkan secara mendalam.  perilaku orang ini kadang aneh, misalnya jelas jelas dia sakit …. dia tidak mau berobat ke dokter takut nanti biayanya banyak padahal hartanya lebih dari cukup. Dia hanya makan apa adanya, padahal seandainay dia makan yang lebih baik sangat mungkin sekali, misalnya makan yang lebih bergizi dan lebih lesat. pokoknya banyak perilaku pelit ini yang akhirnya merugikan diri sendiri.

Kalau orang sudah pelit dengan diri sendiri bagaimana bisa hidup bahagia dengan harta yang dimiliki, bagaimana bisa menikmati harta yang sudah dikaruiniakan Allah kepada kita, Lebih baik hidup menikmati harta dengan selalu bersyukur dari pada hidup sederhana tapi selalu hati tidak bersyukur.

Perilaku pelit ini juga bisa berbahaya bagi orang lain, misalnya nih, jika kita bertamu kepada seseorang yang sangat pelit, tiba tiba dia menyuguhkan kita berbagai makanan yang mahal dan lezat maka kita wajib menolaknya karena kemungkinan makanan sajiannya tidak disertai dengan keihlasan pemilikinnya yang sangat pelit tadi. Dan pasti ada maksud tertentu kepada kita, iya kan, bagiamana mungkin dia yang sangat pelit mau berbagi dengan kita, pasti ada udang dibalik batu, atau ada maksud tertentu yang tidak baik.

Penyakit pelit ini juga bersifat menular maka saya sarankan kalau bisa UNFRIEND saja jika ada kawan yang pelitnya minta ampun. kalau kita sudah kita tertular dengan penyakit pelit maka hidup kita akan sengsara seperti dia.

bersikaplah murah hati dengan orang lain maka kita juga akan bermurah hati kepada diri kita sendiri. kalau kita sudah bisa bermurah hati dengan diri sendiri maka kita akan bisa menggunakan harta kita dengan lebih baik, kita tidak diperbudak oleh harta tapi kita memperbudah harta, kita tidak melayani harta tapi kita dilayani harta . Selamat bermurah hati, Ingat Sang Pencipta merupakan Sang Pemurah… jadikan kita Tangan-Nya…

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *