pembahasan Surat Yusuf ayat 53

Dan aku tidak membebaskan diriku (dari kesalahan), karena sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan, kecuali nafsu yang diberi rahmat oleh Tuhanku. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun lagi Maha Penyanyang.

pembahasan yusuf 53

Ayat ini menegaskan bahwa ada eksistensi Diri dan nafsu Amarah, Diri disini adalah kesadaran Ruh dimana Nabi Yusuf tetap sadar akan Allah (kesadaran Ruh) dimana waktu nabi Yusuf berada di kamar dengan Siti Zulaekah Nafsunya termasuk nafsu yang tidak dirahmati Allah yaitu nafsul amarah. Dan dengan kesadaran Ruh yang dimiliki Nabi Yusuf inilah Beliau tidak membiarkan Nafsunya untuk berhubungan badan dengan Siti Zulaekah. Beliaupun lalu memohon kepada Allah agar nafsunya dirahmati… maka rahmat Allah pun turun sehingga nabi sehingga nafsu menjadi nafsul muthmainah yaitu nafsu yang tenang atau nafsu yang dirahmati Allah.

dari ayat ini hikmah terbesar dari ayat ini adalah bahwa kita harus menjaga nafs kita agar tetap muthmainah dan tetap dalam rahmat Allah, caranya adalah dengan selalu sadar Allah (kesadaran Ruh). dengan kesadaran tinggi ini maka kita akan sadar kalau Nafs itu amarah atau lawamah… untuk selanjutnya kita mintakan Allah agar dirahmati. Sehingga menjadi nafs Muthmainah.

Pelajaran lainnya adalah bahwa kita tidak bisa mencapai kesadaran ini kalau kita berada pada kesadaran nafs, kita akan terombang ambing oleh nafs. Agar tidak terombang ambing maka jadikan nafs yang berserah kepada Allah. Dengan berserah ini maka kesadaran akan meningkat pada kesadaran tinggi yaitu kesadaran Ruh, dengan kesadaran Ruh ini kita akan dapat mengontrol Nafs kita

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *