Makna haram yang dikeluarkan mui mendapat tantangan yang keras dari berbagai kalangan, namun yaitu tadi karena pada pekewuh sama mui akhirnya tidak ada suara yang lantang untuk menjadi kan yang haram menjadi halal kembali. Susahnya mencari pemimpin dan wakil rakyat yang benar benar ihlas tidak mencari popularitas apalagi mencari penghasilan …bagaimana mau ihlas kalau secara eksplisit mereka sudah narsis dan egois yaitu menampangya foto foto mereka di berbagai sudut jalan, kalau mereka ihlas mbok ya sudah biarkan saja yang lain, kala u kita melihat jalan sejarah rasulullah tidak ada yang namanya foto sahabat di pampang di pinggir pinggir jalan… hayo hayo pilihlah aku.. ini lho yang muda yang cerdas dan amanah…….tidak ada.

Sebaiknya MUI kalau memang mengharamkan GOLPUT sebaiknya memberikan beberapa kriteria pemimpin yang wajib dipilih sejak sekarang.. bukan nanti ketika menjabat karena milihnya adalah sekarang. Misalnya dengan 1. Tidak mengiklankan dirinya untuk dipilih 2. Memiliki pengetahuan agama yang cukup, 3. Diakui masyarakat luas tentang kealimannya 4. Tidak sombong dan seterusnya … kalau kriteria itu tidak ada ya… berarti golput di halalkan. Nah kalau kriteria ini di cantumkan sebagai panduan umat , umat jadi paham betul tentang kriteria “wajib nyontreng”

Wah kalaugitu misalnya MUI berani mengeluarkan kriteria pemimpin atau wakil rakyat seblum dicoblos ini pasti umat ini akan lebih jelas dan bisa menentukan apakah nyontreng apakah golput. Karena juga dalil haramnya golput tidak ada dalam hadis maupun quran. Dari pada milih kemudian dia korupsi wah pasti nyontrengnya saya waktu itu jadi haram karena milihnya orang yang korup…. Artinya saya ikut ikut berbuat dosa gara gara memilih caleg yang korupsi, berbuat mesum atau mangkir dari rapat rapat di DPR

Jadi kalau saya selama belum ada kepastian haramnya golput artimya kalau saya menilai para wakil dan pemimpin belum ada yang saya nilai bersih ya terpaksa, dari saya mendapat dosa dari perbuatan mereka ketika menjabat lebih baik menyelematkan diri untuk GOLPUT saja…. Toh memilih bukan wajib tapi hak….kalau hak mau saya tunaikan ya hak saya kalau tidak saya tunaikan ya hak saya….

Makanya sekarang sedang dari caleg yang betul betul bersih… biasanya sih dari PKS tapi kok kemarin ada berita…….