Pengertian bersatu dengan Allah ( manunggaling kawulo gusti )

banyak diantara kita yang begitu mendengar bersatu dengan Tuhan atau dalam bahasa jawa disebut dengan manunggaling gusti dalam bahasa arab wihdatul wujud, pikirannya langsung mengerah kepada sesat. tapi memang pikiran ini bisa ada benarnya tapi juga bisa salah. baik untuk melihat lebih jelas mana yang salah dan mana yang benar mungkin tulisan saya berikut bisa menjadi bahan pertimbangan untuk menentukan mana yang salah dan mana yang benar.
yang mana yang bersatu
manusia ini ada dua unsur, nafs manusia dikatakan hidup jika ada dua unsur, unsur yang pertama adalah jasad dan unsur yang kedua adalah ruh. nah baik unsur jasad dan ruh adalah sama sama ada dalam diri kita. sekarang mari kita bahas mana yang bisa bersatu dan mana yang tidak.
1. jasad : jelas unsur ini tidak bisa bersatu karena jasad ini adalah ciptaan Allah, dia akan rusak dan menjadi tanah.
2. Ruh, coba baca dalam surat al hijr 29, yang menyatakan bahwa Ruh itu milik Allah (min ruhii) karena milik pasti dia akan kembali kepada Allah. nah kembalinya Ruh kepada pemiliknya inilah yang dinamakan dengan bersatu dengan Allah.
jadi jika kita bersatu dengan Allah maka jika yang dimaksud adalah Ruh maka benarlah apa yang diungkapkan tersebut. tapi jika yang di maksud adalah jasad jelas salah. karena sekali lagi tidak mungkin jasad yang merupakan ciptaan bisa bersatu dengan yang menciptakan.
terus bagaimana halnya dengan nafs. Nafs ini seharusnya melakukan penyadaran asal muasal Ruh yang milik Allah maka nafs harus melakukan penyerahan diri total kepada Allah (berislam), jika nafs menyerahkan diri kepada Allah maka jasad akan kembali kepada tanah dan Ruh akan kembali kepada Allah.

sensasi kembali kepada tanah dan kembali kepada Allah.
Anda, saya yakin, pernah melakukan penyerahan diri kepada Allah. ketika anda berserah tubuh anda relaks, kan, seperti ditarik gaya gravitasi bumi, nah itulah hakikat tanah yaitu kembali atau ditarik oleh bumi, kemudian ketika anda berserah kepada Allah maka seperti ada tarikan ke atas kan (tentunya bagi yang sudah pernah melakukan dalam patrap dan dzikir nafas) nah itulah sensasi Ruh kita kembali kepada Allah. jika penyerahan diri ini secara terus menerus dilakukan maka Ruh kita akan bersatu dengan Allah. dalam bersatu kepada Allah ambil pengertian yang sederhana saja, suami dan istri yang cerai kemudian rujuk kembali itu juga dikatakan bersatu. mainan puzle ketika sudah jadi juga dikatakan bersatu. atau apalah, pokoknya kembalinya Ruh kepada Allah ini saya namakan dengan bersatu. saya sendiri tidak tahu Allah dan Ruh itu keadaan wujudnya seperti apa. saya kira ini tidak perlu dibahas panjang lebar kalaupun dibahas saya yakin anda juga tidak tahu sebenarnya hubungan Ruh dengan Allah itu seperti apa. saya juga tidak melayani debat tentang hal ini, jika anda punya pemahaman lain silahkan ditulis di komen tapi tidak perlu menyalahkan apa yang sudah saya tulis (he.. he.. ra gelem disalahke)

(ilham saya dapatkan ketika sholat di masjid merdeka kartasura solo, pada saat sholat jamaah subuh)

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

8 thoughts on “Pengertian bersatu dengan Allah ( manunggaling kawulo gusti )

  1. Sekedar menyarankan tentang “Bersatu dengan Allah”. Coba baca buku dengan judul ” Bersatu dengan Allah’ yang di tulis oleh Agus Mustofa terbitan Padma Press. terima kasih

  2. bersatu dg Alloh mustahil..ruh tdak akan bersatu dg Alloh karn ruh itu ciptaan Alloh….!
    kembali pda Alloh bukn berarati bersatu tp musnah dan lenyap…

    • emmmm begini jelasnya .kita memang bersatu dengan tuhan . ibarat sederhana 1 sel dalam tubuh kita apakah mengetahui betapa besarnya kita apah tahu hidung, mata, telinga kita ? tidak ! karna mereka ada dalam tubuh kita yang sangat besar .
      begitu pula dengan kita , kita memang brsatu dengan tuhan
      bahkan kita mewarisi sifat tuhan .
      tips jika anda belajar ilmu tauhid besarkanlah ilmu syariat anda , agar tidak terjerumus ^_^

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *