Penglihatan Ruh

Unsur manusia ada dua tubuh dan Ruh. Kalau penglihan tubuh kita sudah biasa yaitu mata melihat benda, hati melihat rasa dan akal pikiran kitmelihat dengan akal nya. ada satu penglihatan kita yaitu Penglihatan RUH. Ruh ini melihat lebih tinggi yaitu sesuatu yang tidak dapat diliat oleh unsur tubuh kita

Penglihatan Ruh ini memiliki dimensi yang sangat berbeda, yang dilihat Ruh hanyalah eksistensi Allah.dan melihatnya Ruh sesuatu yang diatas tubuh baiki itu mata , pikiran ataupun rasa. jadi yang dilihat Ruh adalah sesuatu yang diatas mata, diatas panca iondera, di atas pikiran dan diatarasa. kalau kita melihat Allah dengan pikiran kita masih “belum haqul yakin”, kalau kita masih melihat dengan rasa artinya masih ada rasa rasa seperti rasa tenang rasa cinta berarti kita masih belum berada pada wilayah penglihatan Ruh (haqqul yaqin).

Barang siapan mampu mengenal Ruhnya maka akan mampu mengenal Allah. Allah hanya bisa disaksikan dengan Ruh. selain itu tidak bisa. dimensi yang berbeda inilah yang menyebabkan kita harus menggunakan Ruh dan meninggalkan tubuh.

Apa yang dilihat Ruh . Ruh akan melihat Allah seperti di alam azali. Bahkan Ruh akan melihat semua kehendak Allah yang tersembunyi yaitu kehendak Allah yang belum terwujud di alam nyata atau yang tidak dapat dilihat oleh penglihatan tubuh. Bagaimana Allah mengasihi, Bagaimana kebenaran kebenaran Allah , bagaimana Allah memurkai hambanya…. dan bagaimana Allah menjalankan manusia ke arah yang Ia kehendaki.

 

14 thoughts on “Penglihatan Ruh

  1. Assalamualaikum wbt,Alhamdulillah..
    Selagi ada rasa was-was atau rasa-rasa itu tandanya masih menggunakan keputusan yang berbasic akal. Apabila mengambil sesuatu tindakan dengan penglihatan Ruh maka tidak lagi menggunakan akal ataupun nafs (yang ditakuk rendah). Dengan menggunakan kesedaran tertinggi(supra sedar) kita dapat melihat /meninjau Penglihatan Ruh.Hal ini kita sudah tidak memikirkan lagi risiko apa terjadi sebaliknya Hanya PASRAH kepada Allah SWT.Kembali berserah,dan patuh kepada Allah sepenuhnya.

  2. Melihat semua kehendak Allah yang tersembunyi!? Luar biasa. Ente tambah sesat saja, Pur. Siapa yang mengaku mengetahui perkara gaib, maka ia KAFIR! Tobatlah.. atau, apakah tidak ada lagi yang mampu menghentikan kesesatanmu kecuali kematian?

    • ehh ehhh…. kafir nih ye….baiklah karena ada ajakan baik untuk beristighfar maka saya beristghfar untuk diri saya dan siapapun yang merasa dirinya lebih “tidak kafir”.

  3. Saya tidak memvonis pribadimu, kalimat tentang ancaman kekafiran di atas bersifat global bagi siapa pun yang mengaku-aku tahu hal gaib. Itu pun bukan kalimat saya, namun berasal dari Al-Quran dan hadits-hadits shahih. Tiada paksaan dalam agama, siapa yang mau kafir silakan kafir.
    Bahkan Allah pun takjub terhadap orang-orang sesat: Setelah jelas dan terang-benderang jalan yang lurus ini, lewat jalan mana lagi kamu disesatkan? Setelah sempurna Al-Quran dan Hadits sebagai petunjuk bagimu, perkataan mana lagi yang akan membuatmu beriman?

    • sesat atau tidak hanya “4jji” yg tau,kita sebagai manusia tidak mempunyai hak utk menghakimi satu sama lain(di al-qur’an sdh dijelaskan secara lugas,mohon dikaji lagi secara mendalam),tujuh lautan dijadikan tinta utk menulis/menerjemahkan kalimat2 “4jji”belumlah cukup,apalagi akal manusia yg sangat terbatas ini,mungkin hanya dengan “kejernihan hati”lah kita mampu menerjemahkan(menampung) kalamullah,seperti yg terjadi pd diri rosululloh yg didalam dadanya telah tertanam kalamullah,sehingga budi pekerti beliau seperti “al-qu’ran berjalan”,demikian tanggapan sy,klo ada salah kata,itu datangnya dari sy pribadi dan sy ber-istigfhar untuk itu,maturnuwun

    • … akeh kang apal Qur’an Hadiste… seneng ngafirke marang liyane… kafire dhewe gak digatheke…yen isih kotor ati akale …

  4. Assalamualaikum wbt,
    Astagfirullah Al Azim…
    Saudara, sekiranya anda tidak mengerti,tahu atau PAHAM makanya lebih baik DIAM. Lihat dan cermin diri anda menggunakan mata yang kedua….maaf.

  5. melihat dengan ruh…….bagaimana pak caranya agar bisa melihat dengan ruh? adakah pelajaran atau trik yang bisa melakukan itu?

  6. untuk sampai kesana gmana pak, mengenal diri dan sudah bisa komunikasi dgn nafs2 (alwamah muamalah supiyah muthmainah) ku sendiri apa sudah benar?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>