peran orang tua dalam pendidikan “islam”

Islam artinya berserah diri kepada Allah. Islam bukanlah sholat, dan islam bukanlah doa doa, serta islam bukanlah hal hal yang bersifat Fiqh, karena semua itu adalah tata cara untuk berserah kepada Allah. Maka peran utama dalam pendidikan anak sebelum baligh adalah mengajarkan anak untuk berserah kepada Allah. Mengajak anak memohon kepada Allah sesuai dengan bahasa Anak dan keinginan anak. Misalnya habis sholat anak kita minta untuk memohon kepada Allah apa apa yang diinginkannya saat ini. Anak nanti akan meminta sesuatu yang mereka inginkan, biasanya mereka meminta sesuatu yang nyata dan riil. Biarkan anak meminta sesuka keinginannya seperti minta mobil-mobilan, minta boneka. Kalau anak minta selamat dunia akhirat untuk usia 4 tahunan menurut saya malah kurang sesuai karena konsep selamat dunia malah kurang sesuai karena belum ada pemahaman tentang selamat dunia akhirat itu seperti apa.

pendidikan islam menekankan pada aspek kebergantungan kepada Allah secara mutlak. Pengajaran di fokuskan kepada sisi spiritual bukan kepada tataran fisik (fiqh). Fiqh diajarkan ketika anak menjelang baligh kalaupun diajarkan jauh sebelum baligh maka ajarkan dengan riang gembira, misalnya dengan menyanyikan doa tidur, menyanyikan doa makan , melantunkan doa doa sholat dengan nada yang gembira.

Mengajarkan anak untuk minta kepada ALlah pun juga tidak perlu anak disuruh serius. Biarkan anak meminta kepada Allah dengan sifat sifat kekanak-kanakkannya, justru dengan rasa akrab dengan Allah inilah mencerminkan anak sangat yakin dengan Allah. mengajarkan anak dengan berdoa akan menyebabkan anak akan belajar bagaimana bergantung kepada Allah yang nanti jika dia besar tidak lagi meminta kepada yang lain kecuali kepada Allah. kemampuan anak tidak bergantung selain kepada Allah akan memberikan kekuatan tersendiri ketika anak sudah mulai berpisah dengan orang tua, misalnya ketika anak menginjak remaja atau dewasa. kebanyakan anak akan ketika remaja masih saja bergantung kepada orang tua atau tidak bergantung kepada orang tua tapi kalau memiliki masalah tidak pernah menyampaikan nya kepada orang tua, dua dua nya sama bahayanya. Tapi jika anak bergantung kepada Allah maka kemanapun dia berada dan kapanpun dia ada, anak akan selalu merasa tenang karena ada Allah yang bantu.

Kekuatan spiritual inilah yang akan menjadikan anak kita sukses dunia akhirat.

kalau yang ditekankan dalam pendidikan islam itu fiqh dan fiqh maka dia akan menjadi orang ahli ibadah yang tidak percaya dan bergantung kepada Allah. Masalah yang dihadapi diselesaikan dengan akal logikanya yang katanya sesusai dengan syariah, padahal kadang masalah membutuhkan pencerahan spiritual. kita mendidik anak dalam ranah spiritual dan fiqh. karena di dalam fiqh inilah semua aktivitas “berserah kepada Allah” di latih, diperkuat dan di perdalam intensitasnya.

maka mari saya mengajak, kita didik anak kita sejak awal. Kita ajak mereka selalu melibatkan Allah SWT dalam setiap aktivitasnya. tidak perlu canggung atau malu kepada diri sendiri atau kepada anak. warisan yang paling utama yang kita berikan kepada Anak adalah mengenalkan Allah. 

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

3 thoughts on “peran orang tua dalam pendidikan “islam”

  1. mas Pur,saya sangat setuju sekali bahwa bahwa pendidikan mengenalkan Allah harus sedini mungkin kita terapkan,bagaimana dengan suatu kasus dari sejak kecil sdh kita kenalkan melalui madrasah,pesantren,bahkan sedikit dewasa kita “lihatkan’ Baitullah melalui program Umrah dan Haji sekalian,namun setelah umur diatas 20 an,bahkan setelah kawin perilakunya menjadi sangat menyimpang….barangkali menurut saya upaya yang dapat kita samapikan hanya doa mdh2an Allah memberikan hidayahNya…..apa kita2 begitu ya.. mohon komentarnya,wass

    • sebaiknya diajak dialog pak, tapi harus keadaan relaks dan tidak menjudgment. ajak makan bersama kemudian singgung tentang akitivitas Allah dalam khidupan. selain juga dengan doa. demikian pak. jadi sekarang setelah usia 20an yang penting dikenalkan tentang Allahnya pak. salam

  2. 1.bagaimana anak kl mintanya sesuatu sm ortu pk?setelah keAllooh.
    2.contoh masalah membutuhkan pencerahan spiritual gmn pk?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *