perbedaan ainul yakin dan haqul yakin

dalam dunia makrifat kita sering mendengar adanya 2 istilah yaitu aiunl yakin dan haqul yakin. yang satu melihat dengan penglihatan mata dan yang satu dengan penglihatan kesadaran. Kesalahan orang dalam memahami ini adalah bahwa untuk bisa haqul yakin harus melalui ainul yakin terlebih dahulu. Jadi orang harus melulai tahapan ainul yakin terlebih dahulu baru setelah itu haqul yakin. Saya berpendapat lain ….

Sebenarnya antara ainul yakin dan haqul yakin sesuatu yang tidak bisa dibuat tingkat atau gradasi, kita tidak harus melalui ainul yakin untuk bisa haqul yakin. Sebab antara ainul yakin dan haqul yakin menggunakan alat yang berbeda. seperti misalnya kalau kita ingin mengukur tinggi badan kita harus menggunakan meteran, tapi kalau untuk mengukur berat badan kita harus menggunakan timbang badan. Nah sekarang mari kita terapkan analogi sederhana tadi ke dalam ainul dan haqul yakin. pada ainul yakin kita menggunakan lat untuk yakin yaitu penglihatan mata kita, kita melihat debu yang berputar bukan melihat anginnya. Tool yang kita gunakan untuk ainul yakin adalah mata kita, yaitu melihat, kita bisa yakin ada debu yang berputar karena memang kita melihat debu. Mata tidak bisa melihat angin dan inilah keterbatasan dari mata kita, bahwa mata kita tidak mampu melihat angin.

Untuk dapat melihat angin maka kita menggunakan kesadaran kita, kita melihat tidak dengan mata lagi tapi menggunakan kesadaran kita. Kesadaran ini mampu melihat dibalik debu yang berputar ternyata digerakkan oleh angin. dan kita melihat angin tidak lagi ainul yakin namun sudah haqul yakin artinya kita meyakini sesuatu yang memang tidak bisa dilihat mata tapi terlihat oleh kesadaran kita.

Nah sekarang dalam haqul yakin ini kita melihat bahwa seluruh alam semesta ini ada yang meliputi dan menggerakkan. yang meliputi dan yang menggerakkan ini tidak bisa kita lihat dengan mata kita, namun dapat terlihat oleh kesadaran kita, sehingga ketika kita melihat bahwa matahari bersinar terang benderang namun kita melihat bahwa Allahlah yang membuat terang benderang itu  maka kita haqul yakin kepada Allah.

Ainul yakin dimana kita melihat menggunakan mata kita, tidak akan mampu menembus ke Tuhanan. mata tidak akan mampu melihat Allah SWT, Allah hanya bisa dilihat dengan haqul yakin yaitu kesadaran kita.

kesimpulan :

kita jangan repot repot dengan berbagai macam istilah tasawuf atau tarekat, atau ilmu makrifat, karena kita akan dibuat semakin dengan cara yang mudah yang gampang yang sudah di buat Allah untuk kita. Jika kita benar benar ingin melihat Allah maka gunakanlah kesadaran kita maka kita haqul yaqin. ilmu yang bertele tele malah akan menghijab kita, jadi orang yang ingin mendekat ke Allah itu sederhana saja, saya banyak menemui orang yang ilmunya sederhana tentang Allah malah cepat dalam mendekat dan makrifat kepada Allah tapi saya banyak menemui pula orang yang banyak belajar makrifat dan tasawuf malah terjebak dengan ilmunya .. banyak bertanya ini dan itu tapi minim amal.

Allah dekat sadari saja bahwa Allah itu melihat segala sesuatu dan dekat ……

 

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *