hilangnya diri bukan berarti hilang tidak ada, kita masih “ada”…. “ada” dalam artian disini adalah tidak wujudnya saya sebagai manusia secara fisik dan secara jiwa. “ada” nya saya beralih kepada ruh yang fitrah. Ruh yang fitrah adalah esensi kesadaran. Kalau orang dzikir masih dalam posisi atau wilayah tubuh atau jasad maka dia masih bisa “ada” dalam dunia, jika dia dzikir dalam keadaan jiwa maka dia “ada” dalam wilayah yang luas, wilayah tak terbatas, wilayah egoisme jiwa.

disinilah letak perbedaan antara wihdatul wujud dimana wilayah “ada” nya pada jiwa (ego)

sedangkan

fana wilayah “ada” nya pada Ruh yang fitrah

Bagi yang belum sampai pada pemahaman ini sebaiknya lakukan dzikir secara terus menerus insya Allah, Allah akan berikan pemahaman.