Rugi deh kalau puasa hanya mendapatkan lapar dan dahaga. sekarang bagaimana agar kita tidak sia sia dalam puasa. yang jelas indikatornya adalah kita lebih bertakwa.

nah sekarang bagaimana bertakwa ini kita kaitkan dengan puasa. karena peningkatan takwa ini dibulan ramadhan semestinya kita kaitkan dengan puasa dan ibadah lain yang ada di dalamnya.

Puasa adalah latihan dengan praktek (out bond training) yaitu latihan mengihlaskan dorongan jasad dan dorongan syahwat. mengihlaskan untuk tidak melampiaskan (berbeda dengan menahan). Dengan latihan mengihlaskan jasadiah ini maka kita akan terbebas dari dorongan jasad dan dorongan nafsu, nantinya kita akan bisa memisahkan antara nafs dan jasad. Jika ini sudah tercapai maka kita lebih mudah menjalankan ketakwaan. jadi jika kita dapat berhasil dalam hal ini maka indikator keberhasilan puasa yaitu bertakwa kita dapatkan sehingga puasa kita hanya mendapatkan lapar dan dahaga.

salam