Persiapan Puasa (4) jangan hanya mendapatkan lapar dan dahaga saja

Rugi deh kalau puasa hanya mendapatkan lapar dan dahaga. sekarang bagaimana agar kita tidak sia sia dalam puasa. yang jelas indikatornya adalah kita lebih bertakwa.

nah sekarang bagaimana bertakwa ini kita kaitkan dengan puasa. karena peningkatan takwa ini dibulan ramadhan semestinya kita kaitkan dengan puasa dan ibadah lain yang ada di dalamnya.

Puasa adalah latihan dengan praktek (out bond training) yaitu latihan mengihlaskan dorongan jasad dan dorongan syahwat. mengihlaskan untuk tidak melampiaskan (berbeda dengan menahan). Dengan latihan mengihlaskan jasadiah ini maka kita akan terbebas dari dorongan jasad dan dorongan nafsu, nantinya kita akan bisa memisahkan antara nafs dan jasad. Jika ini sudah tercapai maka kita lebih mudah menjalankan ketakwaan. jadi jika kita dapat berhasil dalam hal ini maka indikator keberhasilan puasa yaitu bertakwa kita dapatkan sehingga puasa kita hanya mendapatkan lapar dan dahaga.

salam

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

4 thoughts on “Persiapan Puasa (4) jangan hanya mendapatkan lapar dan dahaga saja

  1. Pak Pur, taqwa itu bertingkat-tingkat…. Tentu kita sendiri yang berusaha terus menerus meningkatkannya dari hari, minggu, bulan dan tahun demi tahun agar kualitas taqwa tidak sama saja atau bahkan menurun… Tingkatan taqwa itulah nanti yang menentukan tingkatan maqam kita dihadapan Allah SWT… bagaimana menurut Pak Pur..?

    • Benar Ibu Umu Fatimah, semestinya ramadhan ini lebih meningkatkan ketakwaan kita, sampai ketemu nanti sore Bu … di pengajian persiapan ramadhan

  2. Mohon ma’af lahir batin Bapk dan Ibu
    Menurut saya Taqwa itu Menjalankan Perintah dan Menjauhi Larangan Allah SWT.
    Kalau kita Jabarkan Perintah Allah itu ada yang bersifat Lahir dan ada yang bersifat Bathin, Demikian Juga dengan Larangan ada larangan Lahir dan ada larangan bathin.
    Jadi seandainya pas kita di Jalan terus kehujanan lalu kita Ngersulo (Mengeluh) itu berarti ketaqwaan kita berkurang, karena tidak bisa menerima kehendak Allah SWT, dengan kita mengeluh itulah berarti kita melanggar larangan Allah SWT.
    Contoh lain bisa di angan2 sendiri….
    Ini menurut saya .. bagaimana Pak Pur?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *